Kredit Foto: Ist
Mantan Direktur BAIS TNI, Brigjen TNI (Purn) H. Poernomo, menilai hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM terjalin cukup baik.
Karena itu, Poernomo menduga Jokowi berharap Dedi Mulyadi dapat membantu mendongkrak pengaruh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jawa Barat.
Seperti diketahui, Jokowi telah dua kali mengunjungi Jawa Barat sepanjang September 2026. Pada awal September, ia mendatangi Cirebon dalam rangka safari politik. Selanjutnya, pada akhir September, Jokowi menghadiri Rakorda DPD PSI Jawa Barat di Hotel Grand Pasundan dan secara terbuka memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya.
"Dan apalagi Gubernur KDM Pak Dedi cukup baik hubungannya dengan Pak Jokowi kan begitu ya. Harapannya mungkin dengan Gubernur ini masih dekat sama Pak Jokowi, harapannya Gubernur mampu katakan mendorong mungkin begitu. Itu mungkin," ujarnya dalam kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, dikutip Senin (5/10).
Sebagai informasi, sejumlah survei nasional terbaru menempatkan elektabilitas Dedi Mulyadi di posisi yang sangat kompetitif dalam bursa calon presiden 2029, bahkan melampaui Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa simulasi.
Baca Juga: Dokter Tifa Sebut Perombakan Besar-Besaran Polri Berkaitan dengan Kasus Ijazah Jokowi
Berdasarkan survei Tempo Data Science yang dirilis pada 26 Agustus 2026, dalam simulasi pertanyaan terbuka mengenai kandidat presiden terkuat, elektabilitas Dedi Mulyadi berada di kisaran 41-42 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 15 persen.
Sementara itu, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 juga menunjukkan tren serupa. Dalam simulasi semi-terbuka, Dedi Mulyadi menempati posisi pertama dengan elektabilitas 35 persen, sedangkan Prabowo berada di angka 14,5 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: