Kredit Pay Later Bank Tembus Rp31,41 Triliun per Agustus 2026, Pengguna Capai 34 Juta Akun
Kredit Foto: Cita Auliana
Layanan pinjaman buy now pay later (BNPL) dari perbankan semakin banyak digunakan masyarakat. Hingga Agustus 2026, jumlah rekening aktif BNPL telah mencapai sekitar 34 juta akun.
Jumlah tersebut bertambah 500.000 rekening hanya dalam satu bulan. Pada Juli 2026, rekening aktif BNPL masih berada di kisaran 33,5 juta akun.
Meski jumlah penggunanya terus bertambah, nilai pembiayaan BNPL sebenarnya masih relatif kecil dibandingkan total kredit perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding atau baki debet BNPL mencapai Rp31,41 triliun per Agustus 2026.
Nilai tersebut setara dengan hanya 0,34% dari total kredit perbankan yang mencapai Rp9.178 triliun pada periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pertumbuhan pengguna BNPL belum membuat fasilitas kredit digital tersebut menjadi bagian dominan dari portofolio kredit perbankan.
“Per Agustus 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK adalah sebesar Rp31,41 triliun atau sebesar 0,34% dibandingkan total kredit perbankan,” kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September 2026 di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Meski porsinya masih kecil, pertumbuhan BNPL tergolong sangat cepat. Outstanding BNPL pada Agustus 2026 tumbuh 29,10% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Laju tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit konsumsi perbankan secara keseluruhan yang hanya mencapai 5,07% YoY.
Baca Juga: NIM Turun Jadi 4,31% per Agustus 2026, OJK Sebut Bank Jaga Bunga Kredit Tetap Terjangkau
Baca Juga: OJK Bidik 38.796 Rekening Judi Online, Bank Diminta Perluas Pemblokiran
Baca Juga: OJK: Kredit Perbankan Naik Jadi 13,65% per Agustus 2026, Tapi NPL Mulai Mengintai
Sebagai perbandingan, pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Agustus 2026 mencapai 13,65% YoY. Penyaluran kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 25,11% dan kredit modal kerja sebesar 11,45%.
Namun, pertumbuhan BNPL sebenarnya mulai sedikit melambat. Pada Juli 2026, outstanding BNPL tumbuh 31,22% YoY. Artinya, laju pertumbuhan pada Agustus turun sekitar 2,12 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Perlambatan tersebut belum terlihat pada jumlah pengguna. Dalam satu bulan saja, basis rekening aktif BNPL masih bertambah sekitar 500.000 akun.
Melihat semakin luasnya penggunaan BNPL, OJK meminta perbankan tetap memperkuat manajemen risiko. Pertumbuhan pengguna dan pembiayaan yang cepat perlu diimbangi dengan pengelolaan kualitas kredit agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
Sejauh ini, OJK menilai kualitas kredit perbankan nasional masih terjaga. Pada Agustus 2026, rasio NPL gross berada di 2,11%, NPL net sebesar 0,84%, sedangkan Loan at Risk (LAR) mencapai 8,56%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: