Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Crazy Rich Indonesia Bakal Kalahkan Arab Saudi Hingga AS, Pertumbuhan Orang Superkaya RI Tertinggi di Dunia!

        Crazy Rich Indonesia Bakal Kalahkan Arab Saudi Hingga AS, Pertumbuhan Orang Superkaya RI Tertinggi di Dunia! Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi orang superkaya tercepat di dunia hingga 2031. Berdasarkan riset Knight Frank yang dikutip Visual Capitalist, jumlah individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta di Indonesia diperkirakan tumbuh 81,7% sepanjang 2026–2031.

        Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam daftar negara dengan pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) tercepat dalam lima tahun mendatang.

        Mengutip Visual Capitalist, dari riset Knight Frank mengenai proyeksi populasi individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta. Pemeringkatan hanya mencakup negara yang memiliki lebih dari 500 UHNWI pada 2026.

        Indonesia mengungguli Arab Saudi yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan populasi UHNWI sebesar 63,2% dan Polandia sebesar 62,6%. Vietnam berada di posisi berikutnya dengan 59%, disusul Australia 58,5%.

        Sementara itu, Amerika Serikat berada di posisi ketujuh dengan proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI sebesar 54,1%.

        Berikut 10 negara dengan proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI tertinggi pada 2026–2031 berdasarkan riset Knight Frank yang dikutip Visual Capitalist:

        1. Indonesia: 81,7%
        2. Arab Saudi: 63,2%
        3. Polandia: 62,6%
        4. Vietnam: 59,0%
        5. Australia: 58,5%
        6. Swedia: 55,3%
        7. Amerika Serikat: 54,1%
        8. Rumania: 49,5%
        9. Filipina: 48,9%
        10. Singapura: 46,4%

        Menurut Visual Capitalist, Indonesia memiliki basis pasar domestik yang besar dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa. Selain itu, sektor seperti komoditas dan keuangan digital disebut menjadi sumber penciptaan kekayaan seiring dengan pertumbuhan bisnis dan meningkatnya nilai kepemilikan.

        Namun, tingginya proyeksi pertumbuhan Indonesia perlu dilihat berdasarkan basis awal populasi UHNWI. Visual Capitalist mencatat Indonesia, Arab Saudi, dan Polandia memulai periode proyeksi dari jumlah orang superkaya yang relatif lebih rendah.

        Kondisi tersebut membuat pertumbuhan dalam persentase dapat terlihat lebih tinggi dibandingkan negara yang sudah memiliki populasi UHNWI dalam jumlah besar.

        Asia Tenggara juga menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan populasi orang superkaya yang signifikan. Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Singapura masuk dalam 10 negara dengan proyeksi pertumbuhan UHNWI tercepat.

        Jika digabungkan dengan Thailand, jumlah UHNWI di lima negara tersebut diproyeksikan meningkat dari lebih dari 14.000 orang pada 2026 menjadi lebih dari 22.000 orang pada 2031.

        Visual Capitalist menyebut kenaikan tersebut setara dengan lebih dari empat orang per hari yang masuk ke kelompok individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta.

        Baca Juga: 7 Konglomerat Terkaya di Indonesia pada Oktober 2026, Low Tuck Kwong Nomor Wahid

        Baca Juga: Low Tuck Kwong Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Geser Prajogo Pangestu

        Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya Asia Tenggara dalam peta kekayaan global. Bertambahnya kelompok masyarakat dengan kekayaan tinggi juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan pengelolaan kekayaan, investasi, dan aktivitas keuangan lintas negara.

        Namun, data Knight Frank yang dikutip Visual Capitalist mengukur pertumbuhan jumlah populasi UHNWI, bukan pertumbuhan total nilai kekayaan yang dimiliki kelompok tersebut. Riset tersebut juga tidak merinci jumlah absolut UHNWI Indonesia pada 2026 maupun kontribusi masing-masing sektor terhadap proyeksi pertumbuhan 81,7%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: