Kredit Foto: Istimewa
Pendiri sekaligus pemegang saham Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong kembali menempati posisi orang terkaya nomor satu di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes per 19 September 2026, kekayaan bersih Low tercatat mencapai US$19 miliar atau sekitar Rp337,4 triliun (kurs Rp17.758 per dolar AS).
Posisi tersebut kembali ditempati Low setelah sehari sebelumnya posisi teratas berada di tangan Prajogo Pangestu, pemilik Chandra Asri Group. Perubahan peringkat ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap rencana pengalihan sebagian saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama.
Melalui Jhonlin Baratama, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, meneken Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement (CSPA) pada 16 September 2026. Perjanjian tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN kepada Jhonlin Baratama, atau sekitar 30% dari total saham Bayan yang telah diterbitkan.
Meski demikian, transaksi tersebut masih bersifat bersyarat dan belum efektif sepenuhnya karena harus memenuhi sejumlah kondisi pendahuluan. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang sekitar 30% saham BYAN.
Baca Juga: Profil Bayan Resources, dari Bisnis Kontraktor Low Tuck Kwong hingga Dibidik Haji Isam
Baca Juga: Moody’s Turunkan Outlook Bayan Resources (BYAN) Jadi Negatif, Ini Penyebabnya
Baca Juga: BRPT Bidik Kapasitas Geothermal 2 GW dalam 5-10 Tahun
Di sisi lain, nama Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam belum tercantum dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Hal ini sejalan dengan struktur transaksi, di mana saham BYAN akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama, bukan secara langsung atas nama Haji Isam.
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia
Selain Low Tuck Kwong, Forbes mencatat sembilan taipan lainnya dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia per 19 September 2026. Berikut daftar dan estimasi kekayaannya:
- Low Tuck Kwong - US$19 miliar atau sekitar Rp337,4 triliun.
- Prajogo Pangestu - US$16,3 miliar atau sekitar Rp289,45 triliun.
- R. Budi Hartono - US$15,9 miliar atau sekitar Rp282,35 triliun.
- Anthoni Salim - US$10,9 miliar atau sekitar Rp193,56 triliun.
- Dato’ Sri Tahir dan keluarga - US$9,4 miliar atau sekitar Rp166,92 triliun.
- Sri Prakash Lohia - US$8,8 miliar atau sekitar Rp156,27 triliun.
- Otto Toto Sugiri - US$8,3 miliar atau sekitar Rp147,39 triliun.
- Marina Budiman - US$5,9 miliar atau sekitar Rp104,77 triliun.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono - US$5,1 miliar atau sekitar Rp90,56 triliun.
- Theodore Rachmat - US$4,8 miliar atau sekitar Rp85,23 triliun.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: