Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Kritis Kini Masuk Pemerintahan, Pakar Bongkar Kartu As Dibalik Langkah Syahganda Nainggolan!

        Dulu Kritis Kini Masuk Pemerintahan, Pakar Bongkar Kartu As Dibalik Langkah Syahganda Nainggolan! Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pakar ilmu pemerintahan Muhammad Ryaas Rasyid menilai penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI bisa memiliki tujuan politik tertentu. Menurutnya, langkah tersebut dapat dibaca sebagai upaya pemerintah mengakomodasi sejumlah pihak sekaligus meredam kecurigaan yang berkembang di masyarakat.

        Ryaas mengatakan kehadiran Syahganda di pemerintahan tidak otomatis menandakan hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sedang memburuk. Ia justru menilai hubungan keduanya masih berjalan baik.

        Menurut Ryaas, Syahganda yang sebelumnya dikenal vokal mengkritik Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat ditempatkan dalam pemerintahan sebagai bagian dari upaya menetralisasi berbagai persepsi.

        "Jadi begini, itu bisa dijelaskan. Dia tetap menjaga hubungan baik, tapi mengakomodasi beberapa orang untuk menetralisir kemungkinan kecurigaan itu berlebih-lebihan. Itu sudah biasa," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (5/10).

        Ryaas juga menilai posisi Kepala Bakom bukan jabatan yang terlalu strategis dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Menurut dia, tugas tersebut lebih berkaitan dengan komunikasi serta penyampaian informasi pemerintah kepada publik.

        Ia juga menyinggung perjalanan Syahganda yang dinilai sudah cukup lama menantikan kesempatan untuk masuk ke pemerintahan. Karena itu, menurut Ryaas, pemberian posisi di bidang komunikasi tidak perlu langsung dikaitkan dengan perubahan hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi.

        "Apalagi cuma dikasih jabatan juru bicara atau komunikasi itu kan tidak strategis. Tetap bisa apalagi ini saya maaf aja ini Syahganda kan sudah terlalu lama menunggu juga panggilan jadi kalau enggak masuk kasihan juga," tegasnya.

        Syahganda sendiri dilantik Prabowo sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Ia menggantikan Muhammad Qodari, yang kemudian mendapat penugasan sebagai Sekretaris merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI.

        Baca Juga: Dulu Dukung Anies Baswedan Kini Dilantik Prabowo, Ini Penjelasan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

        Masuknya Syahganda ke pemerintahan menjadi perhatian karena sebelumnya ia dikenal sebagai aktivis yang kerap menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Ia juga tercatat menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur Great Institute.

        Bagi Ryaas, keputusan tersebut lebih tepat dilihat sebagai langkah untuk mengakomodasi sejumlah kelompok dan mengurangi kecurigaan publik. Ia menilai penunjukan Syahganda tidak dengan sendirinya menjadi bukti adanya keretakan hubungan antara Prabowo dan Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: