Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguji level 6.150–6.200.
Proyeksi tersebut datang setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026).
"Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen eksternal yang dapat menopang pergerakan pasar saham domestik," tulis riset harian dari Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak yang relatif stabil dinilai turut membantu meredam tekanan dari aksi jual di pasar obligasi. Meski demikian, imbal hasil atau yield US Treasury masih berada pada level tinggi.
Pada Senin (5/10), yield US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,307%. Sementara itu, yield obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun masih berada di level tertinggi sejak awal 2002.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent justru ditutup melemah 1,9% ke level US$100 per barel. Harga emas spot juga turun tipis 0,2% menjadi US$4.133 per troy ounce.
Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar berpotensi mendapat dukungan dari sejumlah kebijakan pemerintah. Pemerintah mengalokasikan anggaran program stimulus sebesar Rp31 triliun pada kuartal IV 2026.
Baca Juga: IHSG Bangkit dari Tekanan, Ditutup Melejit ke 6.118,86
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Gerak Saham Bioskop CGV (BLTZ), Kenapa?
Selain itu, pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan hingga 2027. Pemerintah juga menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan bunga 6%.
Phintraco Sekuritas menilai berbagai kebijakan tersebut dapat menjadi katalis bagi sejumlah sektor, terutama properti dan konsumsi, sekaligus memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Dengan kombinasi sentimen global dan katalis dari dalam negeri tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG masih dapat berlanjut dengan target pengujian di kisaran 6.150–6.200.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memasukkan BBCA, BRPT, BUVA, BRMS, dan BYAN sebagai top picks.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: