Prabowo Ganti Pejabat Era Jokowi, PROJO: Tak Perlu Buktikan Siapa yang Berkuasa
Kredit Foto: BPMI
Pergantian sejumlah pejabat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali memunculkan tafsir mengenai keberadaan orang-orang yang sebelumnya bekerja di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Namun, Pro Jokowi (PROJO) meminta pergantian jabatan tersebut tidak langsung dimaknai sebagai upaya menyingkirkan pejabat yang memiliki rekam jejak di pemerintahan sebelumnya.
Sekretaris Jenderal PROJO Freddy Alex Damanik menilai pergantian pejabat merupakan bagian dari kewenangan Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Menurut dia, latar belakang politik seorang pejabat bukan menjadi ukuran utama, melainkan kebutuhan pemerintahan dan kinerja yang ditunjukkan.
“PROJO memang pendukung Pak Jokowi. Tetapi per hari ini kita juga sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Jadi karena itu kita tidak mau terjebak dalam politik orang saya, orang tamu, orang Pak Jokowi,” ujar Freddy, seperti dikutip dari pernyataannya dalam acara Liputan6 SCTV.
Freddy menegaskan posisi PROJO saat ini juga berkaitan dengan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyebut Jokowi telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden, sementara Prabowo kini menjalankan mandat sebagai kepala pemerintahan.
“Pak Jokowi itu kan sudah menyelesaikan mandatnya sebagai presiden. Sekarang Pak Prabowo sedang menjalankan mandat rakyatnya sebagai presiden,” katanya.
Karena itu, Freddy menilai pergantian pejabat tidak seharusnya selalu dilihat sebagai persaingan antara kelompok yang disebut “orang Jokowi” dan “orang Prabowo”. Ia mengatakan pejabat dari pemerintahan sebelumnya tetap dapat dipertahankan apabila masih dibutuhkan dan menunjukkan kinerja yang baik.
“Pak Prabowo tidak perlu mengganti semua orang Jokowi untuk membuktikan bahwa beliaulah sekarang yang berkuasa,” tegas Freddy.
Baca Juga: Prabowo Disebut Mulai Jaga Jarak dari Jokowi, Demokrat Buka-Bukaan Unjuk Suara!
Menurut Freddy, pejabat yang masih berprestasi tidak semestinya dipersoalkan hanya karena pernah bekerja di pemerintahan Jokowi. “Kalau menteri yang berasal dari pemerintahan Pak Jokowi masih berprestasi dan dipertahankan oleh Pak Prabowo, kenapa harus diganti?” ujarnya.
Sebaliknya, apabila Prabowo memutuskan mengganti seorang pejabat, Freddy juga meminta keputusan tersebut tidak otomatis dianggap sebagai persoalan antara Jokowi dan Prabowo. “Kalau memang Presiden Prabowo menilai perlu mengganti, kenapa kita sebagai pendukung Pak Jokowi harus marah? Kan kita juga pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: