Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Mau Terjebak Politik Kubu-kubuan, Projo: Kami Memang Pendukung Jokowi, Tapi Per Hari Ini Kita...

        Tak Mau Terjebak Politik Kubu-kubuan, Projo: Kami Memang Pendukung Jokowi, Tapi Per Hari Ini Kita... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pro Jokowi (Projo) meminta publik tidak melihat setiap pergantian pejabat di pemerintah sebagai pertarungan antara kubu dari Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).

        Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menegaskan organisasi yang selama ini dikenal sebagai pendukung mantan presiden itu tersebut kini juga berdiri sebagai pendukung pemerintahan dari Prabowo-Gibran.

        Baca Juga: Terbongkar di Persidangan, Jaksa Ungkap Beragam Cara Roy Suryo Diduga Manipulasi Ijazah Jokowi

        “Projo memang pendukung Pak Jokowi. Tetapi per hari ini kita juga sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Jadi karena itu kita tidak mau terjebak dalam politik orang saya, orang tamu, orang dari Pak Jokowi,” ujar Freddy, dikutip Selasa (6/10/2026).

        Menurut Freddy, Jokowi telah selesai menjalankan mandatnya setelah mantan wali kota tersebut menuntaskan tugasnya sebagai presiden. Saat ini, Prabowo merupakan presiden yang memperoleh mandat rakyat untuk menjalankan pemerintahan.

        “Pak Jokowi itu kan sudah menyelesaikan mandatnya sebagai presiden. Sekarang Pak Prabowo sedang menjalankan mandat rakyatnya sebagai presiden,” katanya.

        Freddy juga mengatakan pihaknya tidak memiliki alasan untuk mempersoalkan keputusan presiden dalam memilih atau mengganti pejabat pemerintahan.

        Menurut dia, yang semestinya menjadi perhatian adalah apakah pejabat tersebut dibutuhkan dan mampu menjalankan tugasnya untuk mendukung program pemerintah.

        “Kalau memang presiden  menilai perlu mengganti, kenapa kita sebagai pendukung harus marah? Kan kita juga pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujarnya.

        Freddy juga menolak apabila setiap reshuffle langsung dimaknai sebagai upaya membersihkan orang-orang yang sebelumnya dekat dengan Jokowi.

        Ia menilai cara pandang tersebut justru membuat publik terus melihat pemerintahan Prabowo melalui kacamata pemerintahan sebelumnya.

        “Kalau setiap pergantian kabinet, pejabat itu kemudian dinarasikan sebagai pembersihan orang-orangnya Pak Jokowi, kita masih berpikir dengan logika pemerintahan masa lalu,” tegasnya.

        Menurut Freddy, dalam sistem presidensial, presiden yang sedang memegang mandat memiliki kewenangan menentukan siapa saja yang dianggap tepat untuk membantunya menjalankan pemerintahan.

        “Sementara kan kita tahu ini presidensial, yang bekerja adalah presiden yang sedang memegang mandat,” pungkasnya.

        Baca Juga: Bicara Pendamping Prabowo, Gibran Diklaim Bisa dengan Mudah Diganti Anies Baswedan dan AHY

        Bagi PROJO, perubahan tersebut tidak seharusnya otomatis dibaca sebagai pertarungan pengaruh antara Jokowi dan Prabowo. Ukuran utamanya adalah kebutuhan pemerintahan serta kemampuan pejabat menjalankan tugas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: