Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan tanggapan menohok merespons gelombang desakan publik yang meminta dirinya dicopot dari jabatan menteri.
Pigai menegaskan bahwa sikap, integritas, dan rekam jejak moralitasnya selama berpolitik menjadi bukti nyata kapasitas yang dimilikinya saat ini.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Pigai mengusung prinsip utama "kindness always wins" (kebaikan selalu menang) dan membeberkan dua pelajaran penting dari perjalanan karier politiknya.
"Kalian boleh minta saya diganti, tetapi bagaimana dengan dua hal di atas yang menjadi sikap, karakter, integritas, dan moralitas yang saya tunjukkan hari ini?" ujar Pigai, Selasa (6/10/2026).
Poin pertama yang disoroti Pigai adalah etika dalam menyampaikan pandangan politik. Ia menekankan bahwa status sebagai oposisi tidak memberikan pembenaran bagi seseorang untuk melontarkan makian atau merendahkan martabat manusia.
"Menjadi oposisi tidak mesti maki-maki orang, menghina orang, merendahkan martabat manusia dengan kata-kata tidak beradab. Bertahun-tahun saya oposisi tidak pernah hina Megawati, SBY, juga Jokowi. Saya hanya kritik program dan kebijakan," jelas mantan Anggota Komnas HAM tersebut.
Poin kedua yang ia garis bawahi adalah prinsip kesetiaan politik. Pigai secara tegas mengeklaim dirinya sebagai salah satu figur paling konsisten dan tidak pernah berpindah-pindah haluan demi kepentingan sesaat.
"Satu hal terpenting adalah saya orang paling setia di Republik ini yang tidak pernah menjadi kutu loncat ke mana-mana," tegasnya.
Kisah Momen Sunyi di Kertanegara Usai Kalah Pilpres
Untuk memperkuat pernyataannya mengenai loyalitas, Pigai membagikan sebuah foto kenangan yang merekam momen emosional di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Foto tersebut diambil sehari setelah perhelatan pemilu dalam situasi yang sunyi.
Ia menceritakan bagaimana dirinya tetap berada di samping Prabowo bersama sejumlah tokoh inti, seperti Aries Marsudiyanto, Suryo Prabowo, Edhy Prabowo, Sugiono, serta jajaran keluarga dekat di saat rumah dalam kondisi sepi.
Pigai menutup pernyataannya dengan memberikan pujian mendalam terhadap karakter kepemimpinan Prabowo Subianto yang dinilainya penuh kasih sayang terhadap sesama.
"Hewan saja Prabowo sayang, apalagi manusia Indonesia," pungkas Pigai.
Reaksi Netizen: Dari Diusulkan Wapres Hingga 'Puncak Komedi'
Pantauan di kolom komentar media sosial memperlihatkan beragam reaksi publik yang terbelah. Salah seorang warganet dengan akun @magmax22 memberikan sindiran tajam terkait wacana pergantian jabatan nasional.
"Kapan reshuffle? Aku pengen kamu jadi wapres," tulis akun @magmax22, menyindir klaim loyalitas Pigai yang dinilai terlalu tinggi.
Sementara itu, akun @Carmineeea menilai narasi kesetiaan dan pembelaan diri yang disampaikan Pigai justru terkesan menggelitik di tengah sorotan kinerja kementerian yang dipimpinnya.
"Puncak komedi," tulisnya singkat.
Kendati demikian, tidak sedikit pula jajaran pendukung yang memberikan dorongan moral dan semangat atas sikap konsisten Pigai dalam mengawal pemerintahan Prabowo Subianto.
"Menyala Bung Menteri," puji akun @Kus_law memberi dukungan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat