Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026). IHSG ditutup di level 6.192,92, naik 74,07 poin atau 1,21% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
IHSG dibuka pada level 6.139,13. Pada awal perdagangan, indeks sempat turun hingga menyentuh level terendah 6.120,24. Namun, IHSG kemudian berbalik arah dan terus menguat hingga mencapai level tertinggi intraday 6.216,44.
Penguatan IHSG juga ditopang mayoritas saham yang bergerak positif. Sebanyak 489 saham menguat, sementara 183 saham melemah dan 120 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan turut berlangsung ramai. Total volume transaksi mencapai 48,22 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp12,34 triliun.
IHSG Berpeluang Menguat untuk Tembus Level 6.150-6.200
Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Indeks berpeluang menguji level 6.150–6.200.
Proyeksi tersebut datang setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026).
"Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen eksternal yang dapat menopang pergerakan pasar saham domestik," tulis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak yang relatif stabil dinilai turut membantu meredam tekanan dari aksi jual di pasar obligasi. Meski demikian, imbal hasil atau yield US Treasury masih berada pada level tinggi.
Pada Senin (5/10/2026), yield US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,307%. Sementara itu, yield obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun masih berada di level tertinggi sejak awal 2002.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent justru ditutup melemah 1,9% ke level US$100 per barel. Harga emas spot juga turun tipis 0,2% menjadi US$4.133 per troy ounce.
Baca Juga: IHSG Kembali Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.139,13
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Target 6.150–6.200
Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar berpotensi mendapat dukungan dari sejumlah kebijakan pemerintah. Pemerintah mengalokasikan anggaran program stimulus sebesar Rp31 triliun pada kuartal IV 2026.
Selain itu, pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan hingga 2027. Pemerintah juga menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan bunga 6%.
Phintraco Sekuritas menilai berbagai kebijakan tersebut dapat menjadi katalis bagi sejumlah sektor, terutama properti dan konsumsi, sekaligus memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Dengan kombinasi sentimen global dan katalis dari dalam negeri tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG masih dapat berlanjut dengan target pengujian di kisaran 6.150–6.200.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: