Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kawasan Blok M menjadi pusat integrasi Transit Oriented Development (TOD) tidak menghentikan aktivitas ekonomi lokal. Sebanyak 332 tenant yang saat ini beroperasi di kawasan tersebut akan difasilitasi tempat sementara selama proses konstruksi berlangsung.
“Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus," ujar Pramono di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Pramono meminta PT MRT Jakarta selaku pelaksana proyek bersama pengembang memastikan keberlangsungan para tenant selama proses penataan. Menurutnya, aktivitas usaha di Blok M perlu tetap berjalan untuk menjaga roda ekonomi kawasan.
“Saya meminta kepada jajaran MRT dan juga Intiland untuk tetap memegang konsep utama mengenai Blok M, yaitu tempat sesuatu yang bersifat live, tempat untuk bekerja yang tidak pernah putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia,” tutur Pramono.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan seluruh pelaku usaha akan difasilitasi tempat penampungan sementara sebelum peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan.
Berdasarkan data PT MRT Jakarta, saat ini terdapat 332 tenant aktif yang menjalankan usaha di kawasan Blok M.
“Sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami sediakan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi," kata Tuhiyat.
Selain keberlangsungan usaha, Tuhiyat memastikan akses transportasi publik di kawasan Blok M tetap berjalan selama pembangunan. Layanan TransJakarta disebut akan tetap beroperasi dengan penyesuaian yang akan dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah terkait.
“Pada saat pembangunan berlangsung, layanan TransJakarta tetap berjalan. Kami akan cari jalan keluarnya bersama para OPD terkait, terutama Dinas Perhubungan," pungkasnya.
Baca Juga: Gandeng Developer Besar, Pramono Segera Ground Breaking Penataan Ulang Blok M
Baca Juga: Atasi Banjir, Pramono Kebut Normalisasi 13 Sungai di Jakarta
Baca Juga: Hadapi El Nino Panjang, Pramono Minta DKI Sudah Pasang Kuda-kuda
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menyiapkan Blok M sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan.
Konsep tersebut ditandai dengan peluncuran desain transformasi Blok M Fase Ultimate oleh Pramono di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri