Israel Makin Nekat! Siap Hantam Iran Lagi Meski Ditinggal AS Tanpa Bantuan!
Kredit Foto: Istimewa
Israel disebut tengah mempersiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi baru dengan Iran. Opsi tersebut mencakup operasi militer bersama Amerika Serikat maupun tindakan yang dilakukan secara mandiri.
Persiapan berlangsung ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat dan jalur diplomasi antara Washington dan Teheran belum menemukan titik temu. Israel juga tetap menganggap program nuklir Iran sebagai salah satu persoalan utama yang perlu dihadapi.
Menurut laporan Israel Hayom pada Senin (5/10), militer Israel menyiapkan berbagai kemungkinan operasi terhadap Iran. Persiapan itu termasuk skenario serangan pencegahan maupun respons apabila Iran lebih dulu melancarkan serangan.
Di tengah persiapan tersebut, kerja sama intelijen dan operasional antara militer Israel dan Amerika Serikat tetap berlangsung. Israel juga disebut terus berkoordinasi dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi secara cepat.
Meski demikian, laporan tersebut menyebut kemungkinan Israel atau Amerika Serikat melancarkan serangan baru sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November dinilai relatif rendah. Namun, militer Israel tetap menjaga kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi.
Sementara itu, Walla melaporkan Washington berencana menambah pasukan dan pesawat militer ke Israel dalam beberapa pekan mendatang. Penguatan tersebut dilakukan sebagai langkah menghadapi potensi eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.
Saat ini sekitar 3.000 personel militer AS disebut telah berada di berbagai wilayah Israel. Mereka antara lain bertugas mengoperasikan sistem pertahanan udara, dengan personel yang terdiri dari pilot, awak pendukung, tenaga logistik hingga pasukan yang ditempatkan di sejumlah markas militer.
Tambahan personel dan pesawat diperkirakan tiba dalam beberapa pekan ke depan. Kehadiran militer AS tersebut menjadi bagian dari upaya Washington memperkuat posisi pertahanannya di kawasan ketika ketegangan dengan Iran masih berlangsung.
Baca Juga: Bukan karena Nama atau Agama, Yusril Ungkap Kekhawatiran Pemerintah soal Israel Houghton
Di sisi lain, Iran masih membuka jalur diplomasi dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan untuk mencari "solusi yang adil".
Dalam perundingan tidak langsung melalui Qatar di sela-sela Sidang Umum PBB pada September, Iran menyampaikan tujuh syarat terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak menerima persyaratan yang diajukan Teheran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: