Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Tinggalkan Pesan Menyentuh
Kredit Foto: Istimewa
Lionel Messi akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Argentina. Setelah lebih dari dua dekade mengenakan jersey Albiceleste, sang kapten menutup perjalanan internasionalnya dengan sebuah pesan yang menggambarkan bagaimana ia bertahan melewati masa-masa paling sulit dalam kariernya.
Dalam laga terakhirnya melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa malam waktu setempat, Messi terlihat emosional. Setelah Argentina menang 3-0, ia berbicara di hadapan para suporter yang datang untuk menyaksikan langsung babak terakhir perjalanan sang kapten bersama tim nasional.
Bagi Messi, perpisahan tersebut bukan sekadar akhir dari sebuah pertandingan. Ia kembali mengingat perjalanan panjang bersama Argentina, termasuk masa ketika hasil yang diraih tidak sesuai dengan harapan dan tekanan terhadap dirinya begitu besar.
“Yang bisa saya lakukan hanyalah mengungkapkan rasa terima kasih saya,” ungkap Messi, dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
“Bahkan di saat-saat terburuk sekalipun, saya tidak pernah berhenti berjuang, tidak pernah berhenti bertarung, dan tidak pernah berhenti mengerahkan seluruh kemampuan saya,” sambungnya.
Kalimat tersebut menjadi salah satu pesan utama Messi dalam malam perpisahannya. Ia tidak hanya berbicara mengenai gelar yang akhirnya berhasil diraih, tetapi juga tentang periode panjang ketika dirinya harus menghadapi kekalahan, kritik, final yang gagal dimenangkan, hingga keraguan terhadap kiprahnya bersama Argentina.
Hubungan Messi dengan tim nasional memang sempat berada di titik yang sulit. Sebelum akhirnya membawa Argentina meraih trofi, pemain yang besar bersama Barcelona itu beberapa kali merasakan kegagalan di turnamen besar, termasuk kekalahan di final Copa America dan Piala Dunia 2014. Reuters mencatat perjalanan Messi bersama Argentina memang diwarnai kritik dan keraguan sebelum akhirnya ia mendapatkan penerimaan penuh dari publik negaranya.
Perubahan besar kemudian datang ketika Messi dan Argentina mulai menemukan kesuksesan. Copa America 2021 menjadi trofi senior pertamanya bersama Albiceleste, disusul Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 di Qatar, dan Copa America 2024.
Messi pun menganggap kesempatan mengenakan jersey Argentina sebagai sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar bagian dari karier sepak bolanya.
“Bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terbaik yang bisa terjadi pada Anda. Itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku,” jelas Messi.
Baca Juga: Nomor 10 Lionel Messi Mau Diabadikan Argentina, FIFA Justru Jadi Penghalang
Ia juga mengenang dukungan para suporter yang selalu mengikutinya bersama Argentina. Messi mengatakan dirinya beruntung bisa mengunjungi berbagai wilayah di negaranya dan merasakan langsung dukungan publik di setiap stadion yang didatanginya.
“Saya beruntung bisa berkeliling negeri ini, saya berada di mana-mana, dan kalian semua selalu memadati stadion serta mendampingi kami ke mana pun kami pergi. Saya akan selalu bersyukur atas hal itu,” tegasnya.
Perpisahan tersebut juga menjadi momen emosional karena Messi baru saja kehilangan ayahnya. Ia mengaku sulit mengucapkan salam perpisahan karena terlalu banyak perasaan dan kenangan yang muncul pada saat bersamaan.
Namun, perjalanan Messi bersama Argentina pada akhirnya ditutup dengan cara yang nyaris sempurna. Dalam laga terakhirnya, Argentina menang 3-0 atas Benin dan Messi ikut mencetak satu gol serta memberikan dua assist.
Kini Messi meninggalkan tim nasional dengan status sebagai pemain dengan penampilan dan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Argentina. Setelah lebih dari 20 tahun, ia pergi bukan hanya dengan koleksi trofi, tetapi juga dengan satu pesan yang merangkum perjalanan panjangnya: ia sudah memberikan seluruh kemampuannya untuk jersey Argentina.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: