Amien Rais Kembali Incar Keluarga Jokowi, Singgung Habis Nilai Jual Gibran dan Kaesang!
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Dinamika politik menuju Pemilu 2029 kembali menjadi sorotan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais.
Amien menilai perubahan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi salah satu perkembangan penting menjelang kontestasi tersebut.
Menurut Amien, kerja sama politik yang sebelumnya terjalin antara Prabowo dan Jokowi kini telah berakhir.
"Kongsi atau kerja sama saling dukung antara Prabowo dan Jokowi sudah pecah. Ini merupakan perkembangan politik yang perlu kita syukuri," ujar Amien, dikutip Kamis (8/10/2026).
Ia kemudian mengaitkan dinamika tersebut dengan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Amien menilai Jokowi masih memiliki kepentingan politik untuk mempertahankan pasangan Prabowo-Gibran hingga Pilpres 2029.
"Target politik Jokowi sudah jelas, minimal memperpanjang duet Prabowo-Gibran di tahun 2029," katanya.
Namun, menurut Amien, rencana tersebut masih menghadapi kendala. Ia menyoroti belum adanya partai politik yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Gibran untuk Pilpres 2029.
"Target politik ini hampir pasti sulit terjadi karena belum ada partai yang akan mendukung Gibran," ujar Amien.
"Belum ada satu pun partai yang sudah menyatakan akan mendukung Gibran untuk besok di tahun 2029," lanjutnya.
Di sisi lain, Amien menyinggung aktivitas Jokowi yang belakangan hadir dalam sejumlah agenda bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI diketahui dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra Jokowi.
Kritik Amien terhadap Gibran kemudian melebar ke isu dugaan pemberian uang kepada sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK).
Amien menyebut dugaan tersebut sebagai bagian kecil dari persoalan yang lebih besar dan menggunakan istilah "fenomena gunung es".
Baca Juga: Henri Subiakto Bandingkan Gibran dan Jokowi: Satu Sudah Final, Satu Masih Diperdebatkan
"Saudara-saudara, sesungguhnya skandal sogokan Gibran untuk beberapa gelintir mahasiswa Universitas Bung Karno minggu lalu menurut berita sebesar Rp150 juta itu hanyalah fenomena gunung es," kata Amien.
"Cara Gibran untuk mendapat simpati di kalangan pemuda dan mahasiswa hanya lewat tebar uang," ujarnya.
Pernyataan mengenai dugaan pemberian uang tersebut merupakan klaim Amien terkait isu yang beredar. Dalam bahan ini tidak terdapat keterangan mengenai hasil verifikasi maupun pembuktian hukum atas tudingan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy