- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Batu Bara Masih Jadi Penopang Energi, Hilirisasi dan Teknologi Bersih Jadi Kunci
Kredit Foto: Istimewa
Batu bara masih memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan energi nasional. Dengan sumber daya mencapai 97,96 miliar ton dan cadangan sekitar 31,9 miliar ton, komoditas ini dinilai masih akan menjadi bagian dari bauran energi Indonesia dalam jangka panjang.
Selain ketersediaannya yang melimpah, batu bara menjadi pilihan karena harganya relatif terjangkau. Kondisi tersebut mendukung penyediaan listrik dengan biaya kompetitif, terutama bagi industri yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar seperti tekstil, semen, serta makanan dan minuman.
Jika biaya energi meningkat akibat peralihan secara masif ke sumber energi yang lebih mahal, kenaikan biaya produksi berpotensi diteruskan ke harga produk dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.
Secara global, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan konsumsi batu bara terbesar keempat, dengan konsumsi mencapai 5,15 exajoule (EJ), berdasarkan data Statistical Review of World Energy.
Namun, pemanfaatan batu bara ke depan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaannya sebagai bahan bakar. Hilirisasi, penerapan teknologi bersih, dan diversifikasi produk dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuat pemanfaatan batu bara lebih efisien.
Komisaris PT Andalan Artha Primanusa, Ivan Victor Salim, mengatakan tantangan industri batu bara saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, melainkan mengoptimalkan pemanfaatannya.
“Batu bara masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Tantangannya adalah bagaimana komoditas ini dimanfaatkan secara lebih efisien dan memberikan nilai tambah,” ujar Ivan.
Salah satu peluang hilirisasi adalah mengolah batu bara menjadi bahan bakar cair melalui teknologi Coal to Liquid (CTL). Teknologi tersebut dapat mengubah batu bara berkalori rendah menjadi bahan bakar minyak atau solar sintetis sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Hilirisasi juga dapat dilakukan melalui gasifikasi batu bara untuk menghasilkan syngas. Produk tersebut selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti Dimetil Eter (DME) sebagai alternatif LPG, metanol, amonia untuk pupuk, hingga bahan baku industri petrokimia.
Di sisi lain, pemanfaatan batu bara perlu dibarengi dengan penerapan teknologi yang dapat menekan emisi. Salah satunya melalui CCS/CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage) untuk menangkap dan menyimpan karbon, termasuk pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Penggunaan teknologi pembakaran yang lebih efisien pada pembangkit listrik dan fasilitas industri juga dapat menjadi bagian dari upaya menekan emisi dari pemanfaatan batu bara.
Menurut Ivan, penguatan regulasi juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), misalnya, dapat memberikan kepastian pasokan, harga, dan kuota batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.
Kebijakan tersebut juga penting untuk mengurangi dampak fluktuasi harga batu bara di pasar global terhadap ketersediaan dan harga energi di dalam negeri.
“Tidak kalah penting adalah bagaimana penguatan regulasi dan kebijakan dapat memastikan kebutuhan dalam negeri tetap mendapatkan pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau,” katanya.
Menurutnya, batu bara tidak serta-merta ditinggalkan dalam proses transisi energi. Pemanfaatannya perlu diarahkan secara bertahap dengan mengedepankan efisiensi, hilirisasi, dan teknologi rendah emisi.
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari strategi Indonesia menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.
“Tantangannya sekarang bukan lagi sekadar bagaimana memproduksi batu bara, tetapi bagaimana mengolah dan memanfaatkannya dengan lebih efisien serta memberikan nilai tambah bagi kebutuhan dalam negeri,” ujar Ivan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: