Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Bakal Jadi Gubernur BI? Syahganda Bilang Begini

        Purbaya Bakal Jadi Gubernur BI? Syahganda Bilang Begini Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menilai Presiden Prabowo Subianto berpeluang kembali memanggil mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk mengisi jabatan tertentu di pemerintahan.

        Menurut Syahganda, selama menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode 8 September 2025 hingga 14 September 2026, Purbaya tidak menerima penilaian negatif dari Presiden Prabowo.

        Baca Juga: Sudah Dicopot dari Menkeu, Prabowo Disebut Bakal Limpahkan Kopdes ke Purbaya

        Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Forum Keadilan TV yang tayang pada Jumat (18/9/2026), sebelum dirinya dilantik sebagai Kepala Bakom RI.

        "Pak Probowo tidak memberikan penilaian negatif sama Pak Purbaya. Jadi saya pikir bisa aja gitu loh, bisa aja dipanggil kembali," ujarnya, dikutip Jumat (9/10).

        Syahganda menilai salah satu posisi yang berpotensi ditempati Purbaya adalah Bank Indonesia. Menurutnya, Purbaya memiliki pemahaman yang kuat mengenai sektor perbankan dan berbagai tantangan yang akan dihadapi industri keuangan ke depan.

        "Kalau Pak Purbaya menurut saya satu lagi yang dia hafal betul itu kanĀ  Bank Indonesia jadi gubernur bank sentral, kan sekarang si ini. Tapi kan kita harus melihat juga bahwa problematika perbankan kita ini kan banyak ke depan ini ya kan karena banyak bank-bank ini masih tambal sulam kan," KATANYA.

        Ia menjelaskan bahwa selama memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya telah mengidentifikasi berbagai persoalan di sektor perbankan, termasuk kondisi sejumlah bank dan lembaga keuangan yang dinilai memerlukan perhatian khusus.

        "Jadi selama Pak Purbaya di LPS, lembaga Penjaminan Simpanan, dia sudah mengidentifikasi mana bank-bank atau lembaga keuangan lainnya yang sudah sepantasnya sebenarnya tutup atau apa itu Pak Purbaya sudah tahu itu," jelasnya.

        Karena itu, Syahganda menilai apabila Purbaya ditempatkan di bank sentral, maka ia akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan berbagai agenda yang pernah dikerjakannya saat memimpin LPS.

        Baca Juga: Menguat Jelang 2029, Rating Purbaya Sempat Kalahkan Dedi Mulyadi Sebelum Dilarang Promosi

        "Nah, kalau dia dimasukkan ke bank sentral tentu dia senang pastinya gitu karena dia bisa melanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu," tuturnya.

        Menurut Syahganda, peluang Purbaya menerima jabatan tersebut jika diminta cukup besar, yakni sekitar 70 persen.

        "Kalau menurut saya 70% okelah ya," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: