Purbaya Disebut Beda dari Dedi Mulyadi, Tak Diyakini Kejar Popularitas demi Pilpres 2029
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menilai mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa tidak akan memanfaatkan momentum meningkatnya perhatian publik di media sosial untuk kepentingan politik.
Menurut Syahganda, Purbaya berbeda dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikenal aktif membuat konten di media sosial hingga dijuluki sebagai "Gubernur Konten". Aktivitas tersebut dinilai sejumlah pihak turut mendongkrak elektabilitasnya menjelang Pilpres 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Forum Keadilan TV yang tayang pada Jumat (18/9/2026), sebelum dirinya dilantik sebagai Kepala Bakom RI.
"Enggak, enggak yakin saya karena menurut saya dia bukan tipe Deni Mulyadi yang memang orang politik menggunakan pencitraan untuk merangkak terus ya kan supaya menjadi salah satu kandidat," ujarnya, dikutip Sabtu (10/10).
Baca Juga: Dicopot sebagai Menkeu, Syahganda Ungkap Jabatan yang Berpotensi Diberi Prabowo ke Purbaya
Sebagai informasi, nama Purbaya sempat menarik perhatian publik secara luas berkat kinerjanya. Bahkan, survei Indeks Politika Indonesia pada Oktober 2025 menunjukkan elektabilitasnya cukup kompetitif dalam bursa awal menuju Pilpres 2029.
Sementara itu, dalam survei Indekstat Indonesia pada Februari 2026, pada simulasi 10 nama potensial calon presiden, Purbaya menempati posisi keempat dengan tingkat elektabilitas 4,9 persen.
Purbaya berada di bawah Prabowo Subianto yang memperoleh elektabilitas 47,2 persen, Dedi Mulyadi sebesar 17,8 persen, dan Anies Baswedan dengan 11,2 persen.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: