Kredit Foto: Istimewa
PT Oriental Resources Indonesia (ORI) akan membangun industri hilir kelapa sawit di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau. Nilai investasinya Rp1,6 triliun.
Pengembangan awal perusahaan swasta dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ini senilai Rp800 miliar, dan pembangunan lanjutan Rp800 miliar.
Realisasi investasi tersebut ditandai dengan dimulainya pekerjaan pembangunan fasilitas industri PT ORI di kawasan KITB. Proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan kegiatan industri yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
Pada tahap pertama ini, PT ORI merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas utama, meliputi storage tank, refinery plant kapasitas 1100 TPD, biofuel Enzimatic dengan kapasitas 1000 TPD, PKS berkapasitas 45 ton/jam dan Jetty/Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Selain fasilitas utama tersebut, PT ORI juga akan membangun berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan operasional, antara lain Water Treatment Plant (WTP), fasilitas biogas, Wastewater Treatment Plant (WWTP), workshop, gudang, serta fasilitas pendukung lainnya.
"PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kita resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Ini penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama," kata Bupati Siak, Afni Zulkifli, Jumat (9/10).
Saat ini, sejumlah pekerjaan awal pembangunan di lokasi usaha PT ORI telah berjalan. Pekerjaan tersebut meliputi penimbunan dan pematangan lokasi usaha serta pemancangan spun pile sebagai bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur dan fasilitas industri.
"Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO, bisa selesai dari KITB Siak. Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaAllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali," ungkap Afni.
Afni juga menegaskan, Pemkab Siak akan mengawal agar seluruh industri yang ada di KITB dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Siak. "Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri," tegas Afni.
Sementara itu GM PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman mengatakan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan kegiatan industri berbasis komoditas kelapa sawit dan turunannya sekaligus memanfaatkan potensi kawasan industri di Tanjung Buton.
“Investasi ini merupakan komitmen PT Oriental Resources Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya di Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak. Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sahril Ramadana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: