Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Genap 10 Tahun, Lemonilo Raih Sertifikasi B Corp untuk Bisnis Berkelanjutan

        Genap 10 Tahun, Lemonilo Raih Sertifikasi B Corp untuk Bisnis Berkelanjutan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lemonilo memasuki usia 10 tahun pada 1 Oktober 2026 dengan meraih Sertifikasi B Corp. Pengakuan ini berkaitan dengan penerapan standar sosial, lingkungan, dan tata kelola dalam praktik bisnis perusahaan makanan dan camilan sehat asal Indonesia tersebut.

        Co-Founder dan Co-CEO Lemonilo, Shinta Nurfauzia, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas komitmen terhadap keberlanjutan. Menurutnya, tanggung jawab bisnis tidak hanya berkaitan dengan produk yang ditawarkan, tetapi juga cara perusahaan memperlakukan pekerja, berinteraksi dengan masyarakat, dan mengelola dampak lingkungan.

        “Sepuluh tahun lalu kami memulai Lemonilo dengan mimpi sederhana, yaitu membuat pilihan makanan yang lebih sehat dapat dinikmati oleh lebih banyak orang,” ujar Shinta.

        Ia mengatakan, perjalanan satu dekade membuat Lemonilo melihat pentingnya mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam pengambilan keputusan perusahaan.

        Sertifikasi B Corp dikembangkan oleh B Lab, organisasi yang mendorong perusahaan menggunakan bisnis untuk memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan. Penilaiannya mencakup lima area utama, yakni tata kelola (governance), pekerja (workers), komunitas (community), lingkungan (environment), dan konsumen (customers).

        Kelima area tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari etika dan transparansi pengelolaan perusahaan, kesejahteraan pekerja, kontribusi kepada masyarakat, pengelolaan dampak lingkungan, hingga tanggung jawab terhadap konsumen.

        “Karena itu, mendapatkan Sertifikasi B Corp bagi kami merupakan bukti nyata bahwa Lemonilo memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Ini adalah standar yang membantu kami melihat Lemonilo secara lebih menyeluruh dan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan bersama tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Shinta.

        Lemonilo didirikan oleh Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya, dan Johannes Ardiant pada 1 Oktober 2016. Perusahaan ini berangkat dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk yang lebih sehat dengan harga yang lebih terjangkau.

        Dari awalnya berupa lokapasar produk sehat, Lemonilo berkembang menjadi perusahaan barang konsumsi atau consumer goods dengan sejumlah kategori, termasuk mi instan, camilan, dan bumbu dapur.

        Perusahaan mengembangkan produk dengan standar tanpa 3P, yaitu pengawet, penguat rasa, dan pewarna buatan. Saat ini, produk Lemonilo disebut telah tersedia di lebih dari 103.000 titik penjualan di Indonesia serta sejumlah pasar internasional.

        Seiring perkembangannya, Lemonilo memperluas perhatian terhadap makna hidup sehat. Perusahaan menilai aspek tersebut tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga kondisi lingkungan, kesejahteraan pekerja, dan kualitas hidup masyarakat.

        Menurut Shinta, kerangka B Corp membantu perusahaan menilai berbagai aspek tersebut secara lebih menyeluruh.

        “B Corp membantu kami memastikan bahwa membangun Lemonilo harus disertai dengan adanya kesinambungan serta keselarasan kualitas produk, konsumen, karyawan, lingkungan, mitra, serta komunitas,” ujarnya.

        Selama satu dekade, Lemonilo juga menjalankan berbagai kegiatan sosial bersama pemerintah, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan mitra.

        Pada 2024, perusahaan mendonasikan 4.800 produk makanan kepada pendonor darah PMI DKI Jakarta. Lemonilo juga menjalankan kegiatan bersama komunitas dan lembaga yang berfokus pada anak dan keluarga.

        Pada Desember 2025, Lemonilo bersama Palang Merah Indonesia menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut berupa dana tunai Rp50 juta dan produk makanan senilai sekitar Rp32,8 juta.

        Pada Januari 2026, perusahaan kembali memberikan bantuan melalui Karang Taruna Nasional berupa produk Mi Lemonilo senilai Rp100 juta. Dengan demikian, total dukungan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera mencapai sekitar Rp182,8 juta.

        Pada 2026, Lemonilo juga bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendukung anak-anak di Komunitas Gumul Juang Ciliwung. Dukungan diberikan melalui perlengkapan pendidikan, produk makanan, dan bantuan pemenuhan gizi.

        Perusahaan menyatakan berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi dengan masyarakat. Namun, Lemonilo menempatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari perjalanan bisnis yang lebih luas, bukan hanya melalui kegiatan donasi.

        Baca Juga: Lewat Family Happy Day, Lemonilo Soroti Pentingnya Ibu Punya Waktu untuk Bahagia

        Lemonilo menyebut pencapaian Sertifikasi B Corp bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan bagian dari upaya untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan dampak bisnis terhadap berbagai pemangku kepentingan.

        “Sepuluh tahun perjalanan Lemonilo dibangun oleh banyak sekali orang, mulai dari karyawan, konsumen, mitra, komunitas, sampai keluarga Indonesia yang percaya pada apa yang kami lakukan. Hari ini kami melihat B Corp sebagai awal dari tanggung jawab yang baru,” ujar Shinta.

        Ia menambahkan, perusahaan ingin terus belajar dan memperbaiki diri seiring pertumbuhan bisnis.

        Dengan sertifikasi tersebut, Lemonilo menyatakan akan melanjutkan upaya mengintegrasikan pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam kegiatan usaha. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan perusahaan setelah satu dekade berfokus memperluas akses terhadap pilihan makanan yang lebih sehat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: