Kredit Foto: Istimewa
Vietjet memperluas bisnisnya ke sektor perawatan pesawat dan teknologi penerbangan melalui investasi fasilitas perawatan pesawat di Long Thanh, Vietnam, serta penjajakan pengembangan kapabilitas perawatan, perbaikan, dan perombakan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi dalam industri penerbangan global.
Selain mengembangkan fasilitas perawatan, Vietjet memperluas kerja sama di bidang teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengelolaan data, dan keamanan siber untuk memperkuat kapabilitas teknis serta ketahanan operasional perusahaan.
Wakil Ketua Dewan Direksi sekaligus Wakil Presiden dan Direktur Keuangan Grup Vietjet, Ho Ngoc Yen Phuong, mengatakan investasi pada armada dan teknologi merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Bagi Vietjet, Hybrid berarti memberikan lebih banyak pilihan dan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang, dengan fondasi tarif yang kompetitif, efisiensi operasional, dan keselamatan. Kami berinvestasi pada armada, teknologi, dan kapabilitas layanan agar setiap langkah pertumbuhan kami dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan pasar yang dilayani Vietjet," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).
Vietjet juga mengandalkan model bisnis hibrida yang memadukan efisiensi operasional dan disiplin biaya dengan beragam pilihan tarif serta layanan. Model ini ditujukan untuk melayani berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari liburan dan kunjungan keluarga hingga perjalanan bisnis.
Dari sisi layanan, Vietjet mengumumkan rencana menghadirkan konektivitas internet satelit Starlink di seluruh armadanya. Fasilitas tersebut direncanakan untuk menyediakan akses internet selama penerbangan.
Ekspansi bisnis Vietjet berlangsung di tengah meningkatnya perjalanan warga Indonesia ke luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 802.671 perjalanan pada Juli 2026, naik 4,68 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebanyak 766.780 perjalanan.
Strategi bisnis Vietjet juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Asia Low Cost/Hybrid Airline of the Year dari CAPA–Centre for Aviation dalam CAPA Airline Leader Summit Asia 2026 di Chitose, Hokkaido, Jepang. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan strategi dan inovasi model bisnis maskapai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: