Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perusahaan Asuransi Mulai Pakai AI, AAJI Bidik Kontribusi Nyata ke Laba

        Perusahaan Asuransi Mulai Pakai AI, AAJI Bidik Kontribusi Nyata ke Laba Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong perusahaan asuransi jiwa memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kinerja keuangan, bukan sekadar mengganti sistem operasional. Namun, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengawasan manusia, terutama dalam proses yang berdampak langsung terhadap nasabah.

        Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menyampaikan hal tersebut dalam program eksekutif Future by Design, yang mempertemukan CEO dan jajaran C-suite perusahaan anggota AAJI untuk memperkuat kesiapan menghadapi transformasi digital.

        “Perkembangan teknologi dan AI dapat membantu para CEO dan decision makers dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Bukan lagi sekadar melihat kebutuhan untuk membeli atau mengganti sistem, tetapi bagaimana investasi dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja dan bottom line perusahaan. Pemanfaatan AI juga tetap membutuhkan pengawasan dan kendali manusia yang kuat, terutama dalam proses yang dapat berdampak langsung pada nasabah," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10/2026).

        Di industri asuransi jiwa, AI mulai dimanfaatkan dalam berbagai proses bisnis, mulai dari seleksi risiko (underwriting), pengelolaan klaim, deteksi kecurangan (fraud detection), layanan nasabah, distribusi, hingga pengembangan produk. Penerapannya memerlukan pertimbangan strategis karena hasil pemrosesan AI dapat memengaruhi operasional perusahaan dan kualitas layanan kepada nasabah.

        Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumarjono menilai kepemimpinan perusahaan berperan penting dalam menentukan arah pemanfaatan AI sekaligus memastikan adanya pihak yang bertanggung jawab atas penggunaannya.

        “AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi. Pemanfaatan AI dalam underwriting, claims management, fraud detection, customer service, distribution, maupun product development pada akhirnya merupakan keputusan strategis dan bisnis yang menjadi tanggung jawab institusi. Karena itu, pemanfaatannya membutuhkan professional judgment serta kapabilitas SDM yang memahami aspek asuransi sekaligus teknologi,” jelas Sumarjono.

        Dalam penerapannya, pengawasan manusia tetap diperlukan untuk meninjau hasil pemrosesan AI dan mengambil keputusan akhir, termasuk dalam proses penghitungan premi dan penilaian klaim. Pendekatan ini dikenal sebagai human-in-the-loop, yakni keterlibatan manusia untuk mengawasi proses AI, terutama ketika hasilnya berpengaruh langsung terhadap nasabah.

        “Pada penerapannya, pemanfaatan AI tetap perlu disertai prinsip human-in-the-Loop, yaitu pengawasan manusia pada proses yang berdampak langsung terhadap nasabah," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: