Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rocky Gerung Disentil Usai Minta Gibran Mundur: Jangan Lupa Kini di Pemerintahan

        Rocky Gerung Disentil Usai Minta Gibran Mundur: Jangan Lupa Kini di Pemerintahan Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Komisaris Independen PT PELNI, Dede Budhyarto, mengingatkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama yang berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Hal tersebut disampaikan Dede setelah Rocky menyarankan Gibran mengundurkan diri dari jabatannya guna mencegah potensi gejolak di masyarakat. Pernyataan tersebut muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setara SMA.

        Baca Juga: Denny Indrayana Pesimistis DPR Bergerak soal Ijazah Gibran, Kecuali Rakyat Lakukan Ini

        "Sebagai anggota Watimpres, Rocky Gerung seharusnya lebih berhati-hati saat berbicara di podcast omon omon, terlebih ketika menyebut Wapres sebaiknya mengundurkan diri," tulisnya di akun X prbadinya, dikutip Sabtu (10/10).

        Menurut Dede, publik saat ini tengah mencermati sikap Rocky sejak bergabung ke lingkaran pemerintahan. Namun, alih-alih menunjukkan sikap yang lebih bijak, pernyataannya justru dinilai semakin mengundang kritik.

        Dede juga menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang memilih tidak mengomentari persoalan terkait Gibran. Menurutnya, sikap Yusril dapat menjadi pengingat bagi Rocky agar tidak melupakan posisinya sebagai bagian dari pemerintahan.

        "Menko Yusri mengingatkan terkait putusan MK, bahwa dalam kabinet tidak elok mengomentari Wakil Presiden. Mungkin itu juga teguran bagi Rocky: jangan sampai lupa bahwa dirinya kini berada di dalam pemerintahan," tandasnya.

        Sebelumnya, Yusril menegaskan dirinya tidak berada pada posisi yang tepat untuk memberikan komentar terkait polemik yang menyangkut Gibran. Meski memiliki latar belakang di bidang hukum tata negara, ia memilih menjaga etika sebagai anggota kabinet.

        "Saya sendiri walaupun selama ini belajar hukum tata negara, tetapi saya merasa tidak pada posisi berkomentar pada persoalan ini," kata Yusril di hadapan wartawan di Gedung Trinity, Jakarta.

        Menurutnya, hubungan kerja di pemerintahan membuat dirinya perlu menjaga etika dalam menyampaikan pandangan terkait isu yang menyangkut Wakil Presiden.

        "Saya ini anggota kabinet ya, beliau ini juga anggota kabinet. Bagaimanapun pak presiden dan pak wakil presiden itu atasan kami," lanjutnya.

        Baca Juga: Gerindra Buka Suara Soal Gibran di Pilpres 2029

        Sementara itu, dalam podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis (8/10/2026), Rocky Gerung berpandangan bahwa akan lebih elegan apabila Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden guna mencegah gejolak di masyarakat maupun pemerintahan.

        "Alangkah elegan nya Gibran mengundurkan diri, untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: