Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah menyiapkan penarikan pinjaman luar negeri sebesar US$1,8 miliar pada kuartal IV-2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Selain itu, pemerintah masih membuka peluang penerbitan obligasi global atau global bond dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan internasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan kedua opsi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kebutuhan pembiayaan anggaran hingga akhir tahun tetap terpenuhi.
Pemerintah juga berupaya menjaga defisit APBN 2026 tetap terkendali, dengan target sebesar 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Kami open-minded melihat kondisi pasar global yang dinamis. Namun space penerbitan (SBN) masih ada,” ujar Suminto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, dikutip Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: Saat Pinjaman Daring Mulai Menyangga Hidup
Baca Juga: Capai Rp494,3 Triliun, Utang RI Dinilai Berpotensi Makin Membengkak
Menurut Suminto, pemerintah telah menyelesaikan persiapan aspek hukum dan dokumentasi transaksi untuk penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam valuta asing. Dengan demikian, penerbitan obligasi global dapat dipertimbangkan apabila kondisi pasar dinilai mendukung.
Meski demikian, pemerintah belum memastikan waktu penerbitan global bond. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan global serta kondisi pembiayaan yang dapat diperoleh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: