Kredit Foto: Ist
Dua tahun setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi sosok yang ramai diperbincangkan dalam dinamika politik nasional.
Loyalis Jokowi, Dede Budhyarto, menilai perhatian publik terhadap mantan kepala negara itu tidak terlepas dari jejak kebijakan pemerintahannya.
"Dua tahun setelah purna, Jokowi terus hadir dalam percakapan publik. Jejak kebijakan & orang-orang yang pernah bekerja dalam kabinetnya tetap menjadi bagian dari dinamika politik hari ini," tulis Dede di akun X, dikutip Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Jokowi Ngaku Sudah Ingin Hadir di Sidang Dokter Tifa, tapi...
Dede juga menyinggung faktor lain yang menurutnya membuat perhatian terhadap Jokowi terus berlanjut. Ia mengaitkannya dengan kekalahan dalam Pilpres serta pilihan Jokowi untuk tidak membalas berbagai kritik dan serangan yang ditujukan kepadanya.
"Selain dendam kalah Pilpres, hal lain yang membuat perhatian itu terus berlanjut: Jokowi memilih tidak membalas kritik, cacian, penghinaan, bahkan serangan pribadi yg bahkan menyentuh marwah mendiang Ibunda & keluarganya. Ketika ditanya, jawabannya singkat: 'Biarkan saja'," ujarnya.
Menurut Dede, sikap Jokowi yang memilih tidak merespons berbagai serangan tersebut justru membuat para pengkritiknya semakin kesal.
"Itulah yang menyebabkan para pengkritik, pencaci, penghina, pemfitnah, pencemooh semakin sakit hati," ungkap dia.
Dede menegaskan bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara proporsional, berdasarkan fakta, dan tidak mengabaikan martabat manusia.
"Sikap itu sebagai pilihan yang mengajarkan kita untuk tidak memperpanjang polemik. Kritik tetap bagian dari demokrasi, tetapi sebaiknya disampaikan secara proporsional, berbasis fakta, dan dengan tetap menjaga martabat manusia," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: