Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Politisi PSI Sebut Prabowo Tak Cocok dengan AHY: Gibran Lebih Baik

        Politisi PSI Sebut Prabowo Tak Cocok dengan AHY: Gibran Lebih Baik Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 terus diwarnai pembicaraan soal siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto jika kembali maju sebagai calon presiden.

        Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali secara terbuka mendorong keberlanjutan duet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka di tengah munculnya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

        Ali berpandangan, Prabowo dan Gibran memiliki karakter serta pengalaman politik yang saling melengkapi. Menurutnya, Prabowo merepresentasikan kalangan elite dengan pengalaman panjang di tingkat nasional, sedangkan Gibran memiliki kedekatan dengan pemilih akar rumput. Adapun AHY justru dinilai bisa melemahkan Prabowo. 

        Baca Juga: Kini Terancam Dimakzulkan, Gibran Ternyata Jadi Opsi Terakhir Cawapres Pilihan Prabowo

        “Kalau berpasangan dengan Mas AHY, hampir. Ini melemahkan Prabowo menurut saya,” kata Ahmad Ali dalam keterangannya, dikutip Senin (12/10/2026). 

        Ia kemudian menjelaskan pandangannya mengenai posisi Prabowo dalam politik nasional dan karakter kepemimpinan yang dimilikinya.

        “Pak Prabowo kan seorang teknokrat, orang yang sangat intelektual, terus kemudian bermain di level elite,” sebut Ali.

        Atas dasar itu, Ali menilai duet Prabowo-Gibran lebih layak dipertahankan dibandingkan sejumlah alternatif pasangan yang mulai diperbincangkan menjelang Pilpres 2029. Ia juga mempertanyakan apakah ada kandidat calon wakil presiden lain yang memiliki pengalaman setara dengan Gibran, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden.

        “Emang ada calon wapres lebih baik daripada Gibran? Siapa yang punya pengalaman seperti Gibran?” ungkapnya.

        Menurut Ali, status Prabowo sebagai presiden petahana dan Gibran sebagai wakil presiden petahana dapat menjadi pertimbangan dalam membahas peluang keduanya kembali berpasangan pada kontestasi mendatang.

        “Kalau Pak Prabowo sebagai incumbent berpasangan dengan Gibran sebagai incumbent, itu akan berpeluang jauh lebih besar,” ujarnya.

        Ali kembali menekankan pentingnya pengalaman sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan calon pendamping Prabowo. Ia meminta pihak-pihak yang mengusulkan nama lain untuk menunjukkan kandidat yang dinilai memiliki pengalaman sebagai wakil presiden.

        “Kenapa saya katakan tidak ada cawapres yang lebih baik dari Gibran, tunjukkan sama saya dari sekian nama-nama itu, adakah yang punya pengalaman wapres?” imbuh Ali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: