Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengamat: Bagi Golkar di 2029, Prabowo Yes, Gibran No

        Pengamat: Bagi Golkar di 2029, Prabowo Yes, Gibran No Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Golkar telah memastikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Namun, di tengah kepastian tersebut, Golkar belum mengungkapkan siapa sosok yang akan diusung sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.

        Sikap Golkar ini memunculkan spekulasi mengenai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Prabowo.

        Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai keputusan Golkar tersebut bisa menjadi sinyal bahwa partai berlambang pohon beringin itu tidak menginginkan Gibran kembali menjadi cawapres pada Pilpres 2029.

        Baca Juga: Mahfud Sebut Gibran Tak Lagi Penuhi Syarat Wapres

        "Bagi Golkar di 2029, Prabowo yes, Gibran no. Tentu ini tak lepas dari pernyataan Golkar yang memastikan akan usung Prabowo kembali, sementara untuk cawapres seperti Golkar enggan usung Gibran," kata Adi kepada wartawan, dikutip Senin (12/10/2026). 

        Menurut Adi, keputusan Golkar untuk kembali mendukung Prabowo merupakan langkah realistis. Status Prabowo sebagai petahana dinilai memberikan keuntungan dalam menghadapi kontestasi politik lima tahunan tersebut.

        "Golkar bersikap realistis dengan dukung Prabowo kembali di 2029. Apa pun judulnya Prabowo petahana yang punya segala instrumen untuk menang mudah," ujarnya.

        Baca Juga: Ramai Desakan Gibran Mundur, Amien Rais Minta Prabowo Yakinkan Jokowi

        Sementara itu, Adi melihat ada sejumlah hal yang dapat menjadi pertimbangan Golkar untuk tidak kembali memasangkan Prabowo dengan Gibran. Ia menyoroti elektabilitas Gibran yang dinilainya belum menonjol, ditambah posisinya yang tidak memiliki partai politik sendiri.

        "Sementara pada saat bersamaan Gibran selain elektabilitasnya tak mentereng plus tak punya partai. Bagi Golkar sepertinya tak rasional usung Gibran lagi," lanjut dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: