Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$105 per Barel

        Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$105 per Barel Kredit Foto: Kementerian ESDM
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada Senin (12/10/2026), seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi. Serangan terhadap dua kapal tanker selama akhir pekan turut memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut.

        Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik US$0,76 atau 0,73% menjadi US$105,48 per barel pada pukul 23.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat US$0,59 atau 0,64% menjadi US$92,44 per barel.

        Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu terhadap bandara internasional Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Otoritas Arab Saudi juga melaporkan adanya korban luka dalam serangan baru terhadap bandara tersebut pada Minggu.

        Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa negaranya tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi. Konflik tersebut merupakan dampak meluas dari perang yang lebih besar dengan Iran, yang dimulai oleh AS dan Israel pada Februari 2026.

        Di sisi lain, Trump secara mengejutkan mengumumkan pada Minggu bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing. Pengumuman tersebut menyusul kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia yang diumumkan pada Jumat.

        Namun, risiko terhadap pasokan energi masih membayangi pasar minyak global. Serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz kembali dilaporkan sepanjang bulan ini dan berpotensi menghambat pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah yang terlihat pada September.

        United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena serangan pesawat nirawak di sekitar area labuh Sohar, Oman. Kapal tanker lainnya mengalami kerusakan akibat proyektil yang tidak diketahui saat melintasi Selat Hormuz.

        Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dari kawasan Teluk, terutama ketika aktivitas ekspor mulai pulih setelah sebelumnya terganggu oleh konflik.

        Di tengah perkembangan tersebut, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent untuk Desember 2026 menjadi US$90 per barel, dari perkiraan sebelumnya sebesar US$85 per barel.

        Analis Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven menyatakan bahwa penyesuaian pasokan dari Timur Tengah pada akhirnya diperkirakan dapat menurunkan harga minyak mentah. Namun, eskalasi konflik yang kembali terjadi masih menyimpan risiko kenaikan harga yang signifikan.

        Goldman Sachs memperkirakan premi risiko geopolitik dalam harga minyak saat ini berada sedikit di atas US$20 per barel.

        Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$91,9 per Barel, Suahasil Waspadai Beban Subsidi APBN

        Baca Juga: Harga Minyak Mentah Memanas, Kelas Menengah Berpotensi Paling Terdampak Kenaikan BBM

        Bank investasi tersebut juga memperkirakan harga minyak mentah WTI rata-rata mencapai US$81 per barel pada Desember 2026 dan US$73 per barel sepanjang 2027.

        Harga WTI yang relatif lebih rendah dibandingkan Brent dinilai tidak biasa dan dipengaruhi tingginya biaya pengiriman minyak antara AS dan Eropa.

        Sementara itu, di kawasan Teluk Meksiko, perusahaan energi Shell, Chevron, dan BP berupaya mengerahkan kembali personel serta memulihkan produksi di anjungan lepas pantai setelah Badai Isaias mendarat pada Sabtu pagi

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: