Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Sebut Medco dan Pertamina Jadi KKKS Penyerap Sumur Rakyat di Aceh

        Bahlil Sebut Medco dan Pertamina Jadi KKKS Penyerap Sumur Rakyat di Aceh Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut PT Medco Energi Internasional Tbk. dan PT Pertamina (Persero) menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bakal menyerap minyak dari sumur rakyat di Provinsi Aceh.

        Hal itu ia sampaikan setelah menyetujui perizinan sumur-sumur minyak masyarakat yang berada di provinsi tersebut.

        Melansir Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), total sumur yang telah disetujui Kementerian ESDM sebanyak 1.490 titik.

        "Kemarin saya lagi menandatangani lagi yang untuk Aceh. Ada dua, ada dua. Medco dan Pertamina," ujar Bahlil saat ditemui di gelaran HIPPI, Jakarta, Senin (12/10/2026).

        Langkah melegalkan produksi ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.

        Melalui beleid itu, masyarakat diharapkan dapat ikut serta dalam mengelola kekayaan sumber daya alam dalam negeri melalui wadah UMKM, koperasi, dan BUMD.

        "Sudah tentu dengan produksi ini mampu kita menjamin rakyat dalam mengelola usaha sumur-sumur mereka. Dan yang kedua, ini juga bisa meningkatkan lifting," lanjutnya.

        Sementara itu, terkait harga jual, Bahlil menerangkan bahwa berdasarkan peraturan yang ada, setiap produksi minyak dari sumur rakyat dapat diserap dengan harga 80% dari Indonesian Crude Price (ICP).

        Baca Juga: Bahlil dan Maruarar Siapkan Rumah Hijau di Meikarta, Tapi Aturan Hukumnya Belum Rampung

        Baca Juga: Bahlil Rangkap Menteri, Kemenperin Berpotensi Masuk Kemenko Hilirisasi

        Sebelumnya, Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra menyebut sumur-sumur minyak di Aceh tersebar di tiga kabupaten, yaitu Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

        “Potensi sumur masyarakat di Aceh yang meliputi Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara berkisar antara 1.000 hingga 1.500 BOPD, merujuk pada informasi awal yang diterima BPMA dari masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (27/6/2026).

        Untuk tahap awal, BPMA memprioritaskan sumur rakyat di Aceh Timur yang dikelola Koperasi Tata Seramo Peureulak. Minyaknya direncanakan diserap PT Medco Energi Internasional Tbk., sedangkan PT Pema Global Energi akan menangani produksi dari Aceh Utara dan kemungkinan Bireuen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: