Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 2,60% ke 5.934,06, Bakal Turun Lagi?

        IHSG Makin Terpuruk, Anjlok 2,60% ke 5.934,06, Bakal Turun Lagi? Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga pukul 14.08 WIB pada Senin (12/10/2026). Indeks melemah 2,60% ke level 5.934,06, dari posisi menguat hijau di perdagangan pagi tadi.

        Di saat indeks anjlok, ada 621 saham yang mengalami pelemahan, 95 saham yang menguat, dan 73 saham yang mengalami stagnan.

        Tekanan pasar turut diwarnai aksi jual bersih investor asing. Mengutip data Stockbit, pada sesi I perdagangan hari ini, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp1,58 triliun, sedangkan penjualannya mencapai Rp1,75 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp166,22 miliar di seluruh pasar.

        PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing, dengan nilai jual bersih Rp44,40 miliar dan volume penjualan mencapai 251,49 juta saham.

        Di posisi berikutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat jual bersih asing sebesar Rp38,65 miliar. Disusul PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp23,93 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp19,34 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp15,94 miliar.

        Aksi jual asing juga menyasar PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) senilai Rp14,56 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp14,52 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp14,11 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp14,08 miliar, serta PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp13,30 miliar.

        Baca Juga: IHSG Mendadak Babak Belur, Ambruk 2,2 Persen ke Bawah 6.000 pada Perdagangan Siang

        Baca Juga: IHSG Langsung Tancap Gas, Dibuka Menguat 0,26% ke 6.109

        Di tengah tekanan IHSG dan aksi jual bersih investor asing, sejumlah saham justru mencatatkan pembelian bersih. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memimpin daftar top net foreign buy dengan nilai Rp133,02 miliar dan volume pembelian mencapai 4,76 miliar saham.

        PT Astra International Tbk. (ASII) menyusul dengan pembelian bersih asing sebesar Rp48,53 miliar. Berikutnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat Rp12,35 miliar, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Rp11,78 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp9,97 miliar.

        Investor asing juga tercatat membukukan pembelian bersih pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp8,86 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp8,30 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp5,95 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp5,66 miliar, dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) Rp5,01 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: