Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Maskot dan Merchandise Cetak 3D Jadi Senjata Baru Brand Lokal Dekati Konsumen

        Maskot dan Merchandise Cetak 3D Jadi Senjata Baru Brand Lokal Dekati Konsumen Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah persaingan konten digital yang makin padat, sejumlah brand kembali melirik sesuatu yang bisa dipegang. Maskot fisik, figur karakter, hingga merchandise custom kini banyak dipakai dalam aktivasi brand, pameran, dan acara komunitas untuk meninggalkan kesan yang lebih lama di benak konsumen.

        Tren ini makin mudah diakses berkat teknologi 3D printing. Jika dulu pembuatan maskot atau merchandise berbentuk unik memerlukan cetakan khusus dan jumlah produksi besar, kini brand bisa memesan dalam jumlah kecil dengan desain yang sepenuhnya custom.

        Dari Karakter Digital ke Bentuk Fisik

        Banyak brand sudah memiliki karakter atau maskot dalam bentuk ilustrasi untuk media sosial. Tahap berikutnya adalah mewujudkannya secara fisik, entah sebagai patung display di booth, figur koleksi edisi terbatas, atau hadiah untuk pelanggan setia.

        Prosesnya dimulai dari desain 3D berdasarkan ilustrasi yang ada. Model kemudian dicetak, lalu melalui tahap finishing seperti pengamplasan, pendempulan, dan pewarnaan agar tampil rapi saat dipajang. Untuk desain dengan banyak warna, mesin multicolour memungkinkan beberapa warna dicetak dalam satu kali produksi.

        Bagi tim pemasaran, fleksibilitas jumlah menjadi daya tarik utama. Brand bisa membuat satu maskot berukuran besar untuk booth sekaligus puluhan versi mini sebagai merchandise, tanpa harus memenuhi minimum order seperti produksi pabrik.

        Tenggat Mepet Jadi Pertimbangan

        Faktor lain yang membuat brand beralih adalah kecepatan. Aktivasi dan event sering direncanakan dengan tenggat mepet, sehingga waktu produksi menjadi pertimbangan utama saat memilih layanan 3D printing. Untuk objek berukuran kecil, proses cetak umumnya bisa selesai dalam satu hingga dua hari, belum termasuk finishing.

        FOMU 3D Print, penyedia cetak 3D di Jakarta yang beroperasi sejak 2015, melayani pembuatan maskot brand, figur karakter, plakat, hingga merchandise custom, terlebih lagi tersedia merchandise dengan fitur NFC, yang memudahkan target audience untuk mengakses link sosial media atau website tertentu dalam sekali tap, sebagai pengganti kartu nama. Perusahaan ini juga pernah berkolaborasi dengan Free Fire membuat replika alat tempur dari dalam game ke bentuk fisik.

        Karena tidak menerapkan minimum order, FOMU 3D Print bisa mengerjakan satu maskot display sekaligus puluhan merchandise dari desain yang sama. Pola ini banyak dipakai brand yang ingin tampil beda di event tanpa harus memproduksi dalam jumlah besar.

        Yang Perlu Disiapkan Sebelum Memesan

        Ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan brand sebelum memesan: file desain atau minimal ilustrasi dari beberapa sisi, ukuran akhir yang diinginkan, jumlah unit, serta tenggat waktu. Informasi ini membantu penyedia jasa menentukan material, estimasi waktu, dan kebutuhan finishing.

        Brand juga perlu memperhitungkan fungsi produk. Maskot untuk display dalam ruangan bisa menggunakan material standar, sementara merchandise yang akan sering dipegang sebaiknya memakai material yang lebih tahan benturan.

        Dengan biaya awal yang lebih ringan dan kebebasan desain, merchandise cetak 3D berpeluang menjadi bagian tetap dari strategi pemasaran brand lokal. Proses produksi hingga hasil akhir maskot dan merchandise tersebut juga rutin dibagikan FOMU 3D Print melalui akun Instagram resminya, @fomu3d.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: