Aktivis Tagih Hasil Kerja Rocky Gerung dkk: Ketuklah Pintu Hati Bapak Presiden
Kredit Foto: BPMI
Aktivis kemanusiaan Azzam Mujahid Izzulhaq melayangkan surat terbuka kepada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Ia meminta para anggota Wantimpres Rocky Gerung Cs menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto penderitaan masyarakat yang terdampak asap kebakaran.
Melalui surat tersebut, Azzam menggambarkan kondisi warga yang harus bertahan di tengah kepungan asap. Ia menilai dampak karhutla tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas belajar anak-anak dan keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat.
"Surat Terbuka untuk Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Sumatera dan Papua," tulis Azzam di akun X, dikutip Selasa (13/10/2026).
Dalam pesannya, Azzam meminta anggota Wantimpres agar tidak tinggal diam melihat penderitaan warga. Ia berharap para penasihat Presiden itu berani menyampaikan kondisi di lapangan dan mendorong Prabowo memberikan perhatian serius terhadap penanganan karhutla.
"Bapak dan Ibu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, di tengah ketenangan ruangan Bapak dan Ibu, jutaan saudara kita di Sumatera, Kalimantan, dan Papua sedang berjuang hanya untuk sekadar bernapas. Aspek kehidupan mereka terhenti, anak-anak belajar di bawah langit abu-abu yg pekat, dan paru-paru generasi muda kita digerogoti asap kabut yg tak kunjung usai. Rumah dan hutan yg menjadi sumber penghidupan mereka perlahan musnah terbakar," ujarnya.
Azzam secara khusus meminta anggota Wantimpres mengetuk hati Presiden agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat terdampak. Menurutnya, suara dan penderitaan warga di wilayah yang dilanda karhutla perlu sampai ke telinga kepala negara.
Baca Juga: Eks Wamenkumham Tagih Sikap Prabowo soal Polemik Ijazah Gibran
"Kami memohon dengan sangat, ketuklah pintu hati Bapak Presiden. Bisikkanlah nasehat penuh ketegasan dan kasih sayang agar Beliau berkenan membuka mata untuk melihat penderitaan ini, membuka telinga untuk mendengar jerit tangis rakyatnya, serta membuka hati untuk merasakan sesaknya dada anak-anak di pulau-pulau tersebut," lanjut dia.
Tak berhenti pada permintaan untuk menyampaikan nasihat, Azzam juga mendesak agar negara mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangani kebakaran.
"Tolong ingatkan Beliau bahwa rakyat sangat membutuhkan kehadiran negara secara penuh saat ini. Kerahkanlah seluruh sumber daya. Personel, anggaran, teknologi, dan armada pemadam secara masif dan total. Jangan biarkan saudara-saudara kita merasa berjuang sendirian di tanah airnya sendiri," ungkapnya.
Di akhir suratnya, Azzam menaruh harapan besar kepada Wantimpres agar berani menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Presiden. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla berkaitan dengan keselamatan warga, masa depan anak-anak, serta kelestarian lingkungan Indonesia.
"Kami menaruh harapan yg begitu besar pada keberanian dan ketulusan Wantimpres untuk menyuarakan bisikan nurani ini demi menyelamatkan nyawa, masa depan anak-anak kita, dan bumi Indonesia. Atas nama rakyat Indonesia di Sumatera, Kalimantan dan Papua," pungkas Azzam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: