Dokter Tifa Sarankan Anies Terima Jika Ada Tawaran Jadi Menteri, Posisinya...
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Nama Anies Baswedan kembali dikaitkan dengan peluang masuk ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyatakan dukungan terhadap gagasan agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerima tawaran menjadi menteri jika kesempatan tersebut benar-benar datang.
Dokter Tifa sependapat dengan pandangan aktivis politik senior Syahganda Nainggolan yang menilai Anies layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi Menteri Pendidikan.
"Saya sependapat dengan gagasan Syahganda Nainggolan yang menyarankan Anies Baswedan menerima tawaran menjadi menteri apabila Presiden Prabowo Subianto benar-benar menawarkannya," tulisnya di akun X, dikutip Selasa (13/10/2026).
"Syahganda bahkan menyebut posisi Menteri Pendidikan sebagai salah satu pilihan yang cocok bagi Anies. Namun, sampai saat ini, wacana tersebut belum berarti sudah ada tawaran resmi dari Prabowo," ujarnya.
Baca Juga: Bukan soal Ijazah, PSI Sebut Kesalahan Gibran Cuma Satu, Prabowo Disinggung
Bagi Dokter Tifa, pengalaman politik Prabowo dapat menjadi pelajaran bagi Anies. Prabowo yang pernah menjadi rival politik Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bergabung dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan.
"Prabowo tidak harus menjadi presiden terlebih dahulu untuk ikut bekerja bagi negara. Mengapa Anies tidak bisa mengambil pelajaran serupa?" lanjut dia.
Ia mengaku masih menantikan langkah nyata Anies setelah Pilpres Februari 2024. Dengan pengalaman sebagai Gubernur DKI Jakarta, latar belakang akademik, serta kepercayaan publik yang dimilikinya, Dokter Tifa menilai Anies masih memiliki banyak ruang untuk menunjukkan kontribusi.
"Sudah lebih dari dua tahun sejak Pilpres Februari 2024. Saya menunggu kiprah Anies, menunggu gagasan besar yang diwujudkan menjadi gerakan nyata, menunggu gebrakan yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas. Dengan nama besar, pengalaman sebagai Gubernur DKI Jakarta, latar belakang akademik, dan modal kepercayaan publik yang dimilikinya, Anies semestinya dapat terus berkarya melalui berbagai jalan," terangnya.
Baca Juga: Eks Wamenkumham Tagih Sikap Prabowo soal Polemik Ijazah SMA Gibran
Menurut Dokter Tifa, kesempatan menjadi menteri, jika benar-benar ditawarkan, dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan di sektor strategis. Ia mencontohkan pendidikan sebagai fondasi masa depan Indonesia yang membutuhkan gagasan, keberanian, dan kerja nyata.
"Jangan sampai energi politik habis untuk menunggu momentum Pilpres berikutnya.
Jika kesempatan menjadi menteri benar-benar datang, mengapa tidak dimanfaatkan untuk membenahi satu sektor penting dalam kehidupan bangsa? Pendidikan, misalnya, merupakan fondasi masa depan Indonesia. Ada begitu banyak persoalan yang membutuhkan pemikiran, keberanian, dan kerja nyata," sambungnya.
Meski mendukung Anies bergabung dalam pemerintahan, Dokter Tifa menegaskan bahwa menerima jabatan tidak harus membuat seorang tokoh kehilangan sikap kritis.
"Tentu saja, menerima jabatan bukan berarti harus kehilangan sikap kritis. Bergabung ke pemerintahan tidak berarti harus membenarkan semua kebijakan. Justru seorang tokoh yang memiliki gagasan berbeda dapat memberikan perspektif baru dari dalam pemerintahan, sepanjang ia tetap berpegang pada integritas dan prinsipnya," imbuh Dokter Tifa.
Diberitakan sebelumnya, Syahganda Nainggolan, aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, juga mendorong Anies agar tidak ragu apabila mendapat tawaran bergabung dalam pemerintahan Prabowo. Ia menilai kapasitas Anies seharusnya menjadi pertimbangan utama, bukan persaingan politik pada Pilpres sebelumnya.
"Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok," ujar Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang Rabu (23/9/2026). Saat menyampaikan pandangan tersebut, Syahganda belum dilantik oleh Prabowo sebagai Kepala Bakom RI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: