Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Survei Sebut 75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Rocky Gerung Diminta Buka Suara

        Survei Sebut 75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah, Rocky Gerung Diminta Buka Suara Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menunjukkan 75 persen responden mengaku merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah.

        Dede meminta Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda Nainggolan, serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, memberikan tanggapan dan klarifikasi terhadap temuan tersebut.

        "Cuba hasil survey ini dibantah/diluruskan dengan data & fakta oleh Kepala Bakom @syahganda or anggota Watimpres Rocky Gerung, tiban ngomentari hal hal yang tak substansial," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (13/10).

        Sebagai informasi, berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis CELIOS bersama Tim Kabinet Bayangan pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 75 persen responden mengaku merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah. Sementara itu, 67 persen responden secara spesifik mengaku mengalami stres terhadap perilaku atau gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

        Laporan evaluasi bertajuk "Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran" tersebut menghimpun persepsi dari 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

        Baca Juga: Loyalis Gibran Tantang Rocky Gerung dan Syahganda Debat Terbuka: Anda Berdua Sombong

        “Ini ditanyakan kepada masyarakat umum, 1.142 responden. Jawabannya, 75 persen merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan secara spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, saat memaparkan temuan kuesioner tersebut secara daring.

        Riset itu juga menyebut tingkat kecemasan responden berkaitan dengan berbagai persoalan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kenaikan harga bahan pokok, sulitnya memperoleh pekerjaan, hingga persoalan penegakan hukum dan perpajakan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: