Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usul Pemakzulan Wapres Gibran Makin Liar, Relawan: Siapa Pun Orangnya, Siapa Pun Organisasinya...

        Usul Pemakzulan Wapres Gibran Makin Liar, Relawan: Siapa Pun Orangnya, Siapa Pun Organisasinya... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Usulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dimakzulkan terus digulirkan oleh sejumlah kelompok oposisi dan tokoh masyarakat madani hingga memantik reaksi keras dari akar rumput, khususnya dari barisan relawan loyalis Gibran.

        Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan tampil ke garis depan untuk meredam keliaran wacana politik yang dinilainya sudah sangat destruktif.

        Baca Juga: Peringatan Relawan Gibran: Isu Pemakzulan Wapres Akan Jadi Pintu Masuk Gulingkan Prabowo

        Andi memandang bahwa segala upaya delegitimasi yang diarahkan kepada politikus muda itu bukan lagi sekadar kritik hukum, melainkan sebuah ancaman langsung terhadap kesejahteraan ratusan juta rakyat Indonesia yang menantikan kerja nyata pemerintah.

        Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi dan secara kolektif menjaga jalannya roda administrasi negara, terlepas dari dari mana asal usul kelompok yang mencoba mengganggu ketertiban.

        “Siapa pun orangnya siapa pun organisasinya kita harus bergandengan tangan karena jangan sampai program pemerintah akhirnya stag. Apa pun yang telah diberikan amanah kepada pemerintah tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah seluruh rakyat Indonesia untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Kita tetap berjuang untuk itu,” jelas Andi dikutip, Selasa (13/10/2026).

        Pernyataan Andi ini menjadi tameng ideologis bagi Prabowo-Gibran. Ia menyadari bahwa jika energi bangsa terus-menerus dikuras untuk melayani drama pemakzulan, maka program-program populis yang telah dijanjikan kepada rakyat jelata akan mangkrak dan mengalami stagnasi parah.

        Terkait dengan substansi tuduhan yang menjadi amunisi utama kelompok pro-pemakzulan, ia menilainya sebagai sesuatu yang mengada-ada. Isu mengenai tidak adanya dokumen pendidikan setara sekolah menengah atas milik wapres dianggapnya sebagai ilusi yang sengaja diciptakan untuk menciptakan chaos di tengah publik.

        “Kita yakin tidak hak angket dan sebagainya. Ini sudah jernih dan terang benderang ijazah Mas Gibran,” tegasnya.

        Polemik ini sendiri merupakan buntut panjang dari manuver hukum yang diarsiteki oleh Denny Indrayana di Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka secara radikal meminta pembatalan pelantikan Gibran Rakabuming Raka.

        Baca Juga: Urus Pencalonan Gibran Rakabuming, Hasyim Ternyata Punya Rekor Dua Kali Dipecat KPU

        Gugatan tersebut secara spesifik menyerang keabsahan regulasi aturan pemilu, tepatnya pengecualian syarat ijazah di tingkat SMA.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: