Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Geger Isu Pemakzulan Wapres Gibran Bikin Investor Ngeri: IHSG Anjlok, Rupiah Kena Mental

        Geger Isu Pemakzulan Wapres Gibran Bikin Investor Ngeri: IHSG Anjlok, Rupiah Kena Mental Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Stabilitas ekonomi nasional mendadak terguncang hebat menyusul makin liarnya wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Kegaduhan politik yang berpangkal dari putusan pengadilan terkait polemik ijazah sang wapres ini ternyata langsung direspons negatif oleh pasar.

        Kepanikan terlihat jelas dari indikator ekonomi makro, menyurul turunnya Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi ini menyoroti betapa rentannya fondasi ekonomi terhadap gejolak politik di level elite.

        Baca Juga: Gibran Lengser Hanya 'Kalau Prabowo Mau'

        Pengamat Politik, Tony Rosyid mengonfirmasi bahwa turbulensi ekonomi saat ini adalah ekses langsung dari ketidakpastian nasib pucuk pimpinan negara. Menurutnya, putusan pengadilan telah membuka kotak pandora yang membuat para pemodal asing maupun domestik menahan diri dan merasa waswas terhadap iklim investasi di Tanah Air.

        "Pasca putusan, dunia politik negara ini mulai remang-remang. Rupiah kena imbasnya: melemah. IHSG merah. Para investor mulai ngeri lihat negara ini ke depan," ujar Tony, dikutip Selasa (13/10/2026).

        Tony menjelaskan bahwa investor sangat membenci ketidakpastian. Isu pelengseran seorang wakil presiden bukanlah perkara sepele. Jika manuver politik di parlemen terus digenjot untuk menjatuhkan wapres, prosesnya dipastikan akan memakan waktu yang sangat panjang, melelahkan dan menyedot seluruh energi bangsa.

        Di saat para elite sibuk bertarung memperebutkan kekuasaan, roda ekonomi di sektor riil akan melambat. Kebijakan-kebijakan strategis berpotensi mandek dan menggerus kepercayaan internasional terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

        Tony memberikan peringatan keras bahwa memaksakan agenda pemakzulan di tengah rentannya kondisi global sama saja dengan bunuh diri massal secara ekonomi. Efek dominonya tidak hanya menghancurkan karir politik, tetapi juga mengorbankan hajat hidup orang banyak.

        Baca Juga: Jimly Asshiddiqie Bongkar Celah Pemakzulan Gibran: Lewat Klaim 'Perbuatan Tercela' Akun Fufufafa

        "Potensi rontoknya ekonomi sebagai dampak langsung dari situasi politik yang tidak kondusif bisa menjadi hantaman balik terhadap pemerintahan Prabowo sendiri," tegas Tony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: