Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konspirasi Pemakzulan Gibran? PDIP, Demokrat dan NasDem Diprediksi Bakal Ketiban Durian Runtuh

        Konspirasi Pemakzulan Gibran? PDIP, Demokrat dan NasDem Diprediksi Bakal Ketiban Durian Runtuh Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ada dugaan intrik politik tingkat tinggi di balik hingar-bingar tuntutan moral dan penegakan hukum dalam wacana pemakzulan (impeachment) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menggulingkan politikus muda itu ternyata bukan sekadar urusan menegakkan konstitusi, melainkan bisa ikut menjadi ajang "pembagian harta karun" politik bagi sejumlah partai besar di Senayan.

        Dikutip Rabu (14/10/2026) Pengamat Politik, Tony Rosyid secara blak-blakan menelanjangi dugaan motif tersembunyi di balik gerakan masif yang menyudutkan Gibran. Apalagi ia merupakan tonggak politik keluarga dari Joko Widodo (Jokowi).

        Baca Juga: Putusan Soal Ijazah Ditolak, Tapi Kini Ada 'Bom Waktu' yang Jauh Lebih Berbahaya Buat Wapres Gibran!

        Tony dalam hal ini membedah bahwa manuver sejumlah elite politik saat ini murni didorong oleh motif "rasionalitas instrumental". Artinya, ada kalkulasi untung-rugi secara kekuasaan yang sangat presisi jika politikus muda itu berhasil dilengserkan.

        Ia dengan tajam menunjuk hidung tiga partai politik besar yang diprediksi akan ketiban "durian runtuh" dari skenario kejatuhan Gibran: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai NasDem dan Partai Demokrat.

        Bagi PDIP dan NasDem, keberadaan politikus muda itu di tampuk kekuasaan secara tidak langsung memberikan efek ekor jas yang luar biasa bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ancaman elektabilitas dari partai yang lekat dengan sosok itu tersebut membuat keduanya merasa perlu untuk segera memotong akar pengaruhnya.

        "Pihak yang diuntungkan jika dia dilengserkan adalah PDIP dan Nasdem. Kedua elektabilitasnya terancam oleh PSI," ungkap Tony.

        Sementara Demokrat bisa ikut mendapatkan keuntungan yang besar dari turunnya Gibran. Tony menilai bahwa keberadaan politikus itu sebagai figur pemimpin muda di pucuk pimpinan negara merupakan batu sandungan utama bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

        AHY adalah "putra mahkota" lainnya dari Cikeas. ia adalah pesaing langsung Gibran. Lengsernya Gibran secara otomatis akan membersihkan karpet merah baginya untuk tampil sebagai figur sentral tokoh muda nasional.

        Tony dengan mengingatkan publik agar tidak serta-merta menelan mentah-mentah narasi pemakzulan yang dibungkus dengan bahasa hukum dan konstitusi.

        Di balik layar, kekuatan oligarki partai bisa jadi sedang berhitung cermat. Jatuhnya Gibran adalah tiket emas bagi faksi-faksi politik tertentu untuk mendistribusikan ulang peta kekuasaan yang selama ini terkunci oleh manuver keluarga dari Jokowi.

        Adapun Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menyebut putusan terkait keabsahan dokumen pendidikan wapres sebagai syarat pendaftaran sebagai cawapres pada pilpres sebelumnya, tak bisa dijadikan alasan pemakzulan.

        Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan ataupun dinamika kasus ini. Syahganda menyinggung kasus ini bisa berlanjut ke jalur politik maupun jalur hukum. Namun, ia tak merinci alur politik atau hukum apa yang dimaksud.

        Baca Juga: Gibran Lengser Hanya 'Kalau Prabowo Mau'

        "Terkait tadi ke mana alurnya, ini kan kita masih melihat kan. Itu alurnya kan bisa ke politik, bisa ke kemudian ke hukum lainnya, dan lain-lain," ujar dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: