Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Golkar Pertanyakan Penilaian CELIOS terhadap Kinerja Bahlil, Singgung Dugaan Politisasi

        Golkar Pertanyakan Penilaian CELIOS terhadap Kinerja Bahlil, Singgung Dugaan Politisasi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masuk dalam daftar menteri dengan penilaian kinerja terburuk versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Menanggapi hasil tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mempertanyakan objektivitas survei dan menduga adanya kepentingan politik di balik penilaian itu.

        Survei CELIOS tersebut dilaksanakan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.271 responden, terdiri atas 129 ahli dan 1.142 masyarakat umum.

        Berdasarkan hasil survei, Bahlil memperoleh skor minus 159. Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempati posisi berikutnya dengan skor minus 158.

        Idrus Marham menilai hasil survei tersebut perlu dipertanyakan karena dianggap tidak sejalan dengan penilaian Golkar terhadap kinerja Bahlil. Ia bahkan mempertanyakan apakah survei tersebut murni merupakan evaluasi kinerja atau memiliki agenda politik tertentu.

        Idrus juga menyoroti penilaian CELIOS yang disebutnya berulang kali menempatkan Bahlil dalam kategori menteri berkinerja buruk, mulai dari evaluasi 100 hari pemerintahan hingga evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran.

        Baca Juga: Bahlil Ngaku Tak Tahu soal Blackout di Batam: Nanti Saya...

        Menurut Idrus, Bahlil telah berupaya mendorong kemandirian energi nasional melalui berbagai kebijakan dan kegiatan di sektor energi. Karena itu, ia meminta hasil survei tersebut dilihat secara kritis.

        Dalam survei tersebut, CELIOS menggunakan pendekatan berbeda untuk responden masyarakat umum dan kelompok ahli.

        Survei masyarakat menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads yang dilengkapi pembobotan data (weighting). Sementara itu, responden ahli dijaring menggunakan metode snowball sampling.

        Hasil survei ini memunculkan perbedaan pandangan antara CELIOS dan Partai Golkar dalam menilai kinerja menteri. Meski demikian, dugaan adanya konspirasi politik yang disampaikan Idrus merupakan pandangan pihak Golkar, bukan kesimpulan yang dibuktikan oleh hasil survei tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: