Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Rabu (14/10/2026), di zona hijau. IHSG dibuka pada level 5.940,68, menguat 14,70 poin atau 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data BEI, penguatan berlanjut sesaat setelah pembukaan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.946,28 dan terendah 5.938,30. Pergerakan yang relatif terbatas ini menunjukkan indeks bergerak cukup stabil pada awal perdagangan.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan tercatat sekitar 20 juta lot dengan nilai mencapai Rp155,32 miliar.
IHSG Diprediksi Bergerak Datar Sepanjang Hari
Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Rabu (14/10/2026), di kisaran 5.800-6.000.
Phintraco Sekuritas menilai pergerakan indeks masih akan terbatas selama belum mampu menembus level 6.000.
Dari pasar global, indeks saham Wall Street ditutup melemah terbatas pada Selasa (13/10/2026). Investor mencermati musim laporan keuangan kuartalan (earning season) bank-bank besar Amerika Serikat (AS), sementara saham produsen memori mengalami tekanan.
"Di tengah dinamika tersebut, rata-rata laba emiten dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh hampir 30% secara tahunan (year-on-year/YoY)," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Pelaku pasar, bilang dia, juga menantikan sejumlah data ekonomi penting. Inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS pada September 2026 diperkirakan meningkat menjadi 0,6% secara bulanan (month-on-month/MoM) dan 3,7% secara tahunan. Data tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Datar di Kisaran 5.800-6.000
Baca Juga: IHSG Kembali Anjlok ke Zona Merah, Turun 0,17% ke Level 5.925,97
Dari Asia, inflasi China pada September 2026 diperkirakan mencapai 1% YoY. Sementara itu, ekspor China diproyeksikan tumbuh 25,5% YoY dan impor meningkat 24,5%.
"Data ekonomi China tersebut juga menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini," jelas Phintraco Sekuritas.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent ditutup melemah terbatas pada Selasa (13/10/2026) di level US$105 per barel. Adapun harga emas spot turun 0,4% menjadi US$4.154 per troy ounce.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (US Treasury 10-year yield) turun lebih dari 2 basis poin ke level 5,215%.
Dengan mencermati berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 5.800–6.000.
"Level 6.000 menjadi batas penting yang perlu ditembus indeks untuk membuka peluang pergerakan lebih lanjut," ungkap Phintraco Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: