Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Skenario Ngeri Jika Gibran Dilengserkan: Jokowi Bisa Mengamuk, Kumpulkan Semua Musuh Prabowo

        Skenario Ngeri Jika Gibran Dilengserkan: Jokowi Bisa Mengamuk, Kumpulkan Semua Musuh Prabowo Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dukungan atau diamnya kubu istana terhadap isu pemakzulan baru-baru ini bisa berujung pada blunder politik yang sangat fatal bagi Presiden Prabowo Subianto. Ia diminta berhati-hati untuk menanggapi wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Pengamat Politik, Tony Rosyid melontarkan analisis yang cukup membuat ngeri. Ia memprediksi bisa saja tanggapan dari presiden akan berujung pada gerakan mengejutkan dari Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

        Baca Juga: Bom Waktu Dendam Masa Lalu, Isu Pemakzulan Gibran Dinilai Jadi Pintu Masuk Kehancuran Dinasti Jokowi

        Tony mewanti-wanti bahwa bola liar pemakzulan ini pada akhirnya bisa digiring untuk menyasar kekuasaan Prabowo. Jokowi menurutnya tidak akan tinggal diam jika melihat putra sulungnya ditumbangkan secara paksa oleh kekuatan politik di Senayan.

        "Prabowo perlu menghitung dengan cermat bola liar ini. Ketika impeach kepada dia dibuka, maka bola liar bisa juga digiring untuk menyasar Prabowo," tegas Tony dikutip Rabu (14/10/2026).

        Menurut Tony, ancaman terbesar bagi presiden saat ini justru datang dari kapasitas politik seorang Jokowi. Meski telah lengser dari jabatan presiden, politikus senior itu masih memiliki jaringan patronase dan pengaruh politik yang mengakar kuat di berbagai lini.

        Jokowi menurutnya bisa dengan mudah bertransformasi menjadi dirigen yang memimpin orkestra perlawanan terhadap pemerintahan saat ini.

        "Jokowi bisa menjadi faktor konsolidasi bagi semua musuh presiden untuk meningkatkan perlawanan. Perlawanan Jokowi dipastikan akan sangat masif dan 'at all cost'," cetus Tony.

        Skenario "at all cost" (dengan segala cara dan biaya) ini bukan tanpa dasar. Tony memaparkan bahwa jika wapres dizalimi dan dipaksa lengser, bandul simpati publik bisa berbalik arah. Empati masyarakat akar rumput terhadap keluarga mantan presiden itu sangat mungkin berangsur naik kembali.

        "Ini bisa menjadi faktor penambah energi bagi dia untuk memasifkan perlawanan," katanya.

        Tambahan energi dari simpati publik ini akan menjadi legitimasi moral bagi mereka untuk mengumpulkan kekuatan oposisi, barisan sakit hati dan semua faksi yang berseberangan dengan Prabowo.

        Jika hal ini dibiarkan terjadi, pemerintahan akan tersandera oleh krisis politik berkepanjangan yang sangat merusak fondasi negara. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang hati-hati sangat diperlukan agar bola panas ini tidak membakar seluruh rumah besar koalisi pemerintahan dari Prabowo-Gibran.

        Adapun Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menyebut putusan terkait keabsahan dokumen pendidikan wapres sebagai syarat pendaftaran sebagai cawapres pada pilpres sebelumnya, tak bisa dijadikan alasan pemakzulan.

        Syahganda mengatakan pada prinsipnya, pemerintah sebagai eksekutif, menghormati lembaga kekuasaan kehakiman alias yudikatif dari Mahkamah Konstitusi (MK). Ia juga menyebut pemerintah akan terus memantau perkembangan ataupun dinamika kasus ini.

        Baca Juga: Konspirasi Pemakzulan Gibran? PDIP, Demokrat dan NasDem Diprediksi Bakal Ketiban Durian Runtuh

        "Terkait tadi ke mana alurnya, ini kan kita masih melihat kan. Itu alurnya kan bisa ke politik, bisa ke kemudian ke hukum lainnya, dan lain-lain," ujar dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: