Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Karhutla Meluas di Sumsel, Hutama Karya Perkuat Kesiagaan di Tol Trans Sumatera

        Karhutla Meluas di Sumsel, Hutama Karya Perkuat Kesiagaan di Tol Trans Sumatera Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Sumatera Selatan -

        PT Hutama Karya (Persero) memperkuat kesiapan penanganan, seraya mengimbau pengguna jalan di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang berlokasi di Sumatera Selatan (Sumsel), untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika asap mulai memengaruhi jarak pandang. 

        Peringatan ini diberikan guna menanggapi insiden karhutla yang sedang terjadi di beberapa bagian di Pulau Sumatra khususnya bagian selatan, yang juga mempengaruhi lahan pemukiman warga di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera.

        Upaya ini khususnya ditujukan pada pada ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Inprabu), dan Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).

        Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Hamdani mengatakan, Hutama Karya memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak karhutla, baik bagi aktivitas sehari-hari maupun keselamatan perjalanan. Oleh karena itu, perusahaan memperkuat kesiapan di lapangan untuk mendukung penanganan kebakaran di sekitar area tol sesuai kewenangannya.

        "Kami berharap kebakaran dapat segera tertangani dan kondisi berangsur membaik, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Di tengah situasi ini, kami menyiapkan sarana pendukung pemadaman serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan di sekitar jalan tol, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan," ujarnya, Rabu (14/10/2026).

        Pada Tol Palindra, Hutama Karya menyediakan satu kendaraan tangki air berkapasitas 5.000 liter yang dilengkapi peralatan pemadaman, serta kendaraan derek dengan tangki air berkapasitas 3.000 liter dan alat pemadam. 

        Alat pemukul api juga disediakan pada setiap kendaraan operasional untuk mendukung penanganan awal. Sementara itu, pada Tol Inprabu, perusahaan menyiapkan truk tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk pemadaman di area ruang milik jalan tol, didukung tangki air tambahan berkapasitas 1.500 liter.

        Sementara pada Tol Terpeka, Hutama Karya menyediakan lima unit truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, serta menyiapkan tangki air tambahan beserta peralatan pemadaman. 

        Kesiapan armada diperkuat melalui peremajaan dua unit pompa alkon pada kendaraan tangki air di Kayu Agung dan Lambu Kibang, serta pembaruan empat selang untuk mendukung operasional armada tangki air milik perusahaan. Alat pemukul api atau gepyok turut disiagakan pada kendaraan patroli.

        Untuk mendukung penanganan secara terpadu, Hutama Karya melakukan koordinasi aktif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran, kepolisian, serta pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut mencakup pelaporan apabila terjadi karhutla di sekitar tol dan dukungan tindak lanjut penanganan.

        Baca Juga: Tol Palembang-Indralaya tetap Aman Dilalui Meski Terkepung Asap Karhutla

        Baca Juga: Tol Prosiwangi Sesi Gending-Paiton Mulai Berbayar 14 Oktober, Ini Daftar Harganya

        Baca Juga: Waskita Karya Masih Tertekan Rugi Bersih, Kini Capai Rp2,87 Triliun di Kuartal III

        Khusus di koridor Terpeka, koordinasi melibatkan pemadam kebakaran di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI), serta Manggala Agni OKI.

        Selain kesiapan peralatan, imbauan keselamatan disampaikan melalui  media sosial maupun media luar ruang seperti Variable Message Sign (VMS), spanduk dan public address. Informasi tersebut mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan ketika melintasi area yang terdampak asap.

        Lebih lanjut, Hamdani mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan secara bertahap apabila jarak pandang mulai terbatas, memperlebar jarak dengan kendaraan di depan, menyalakan lampu utama, serta menghindari pengereman mendadak dan manuver menyalip. 

        Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak berhenti di lajur lalu lintas. Apabila menemukan titik api atau asap yang mengganggu perjalanan, segera laporkan kepada petugas jalan tol.

        "Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas. Kami mengajak pengguna jalan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang tidak memadai. Manfaatkan tempat istirahat terdekat apabila perlu berhenti serta ikuti arahan petugas," kata Hamdani.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: