Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Minta Prabowo-Gibran Bekerja Sampai Akhir Jabatan, Jokowi Kirim Pesan soal Kekompakan Partai

        PSI Minta Prabowo-Gibran Bekerja Sampai Akhir Jabatan, Jokowi Kirim Pesan soal Kekompakan Partai Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungannya agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap bekerja bersama hingga akhir masa jabatan. Sikap itu disampaikan di tengah desakan pemakzulan Gibran dan polemik mengenai dokumen pendidikannya.

        Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, mengatakan pasangan yang terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tersebut harus diberi kesempatan menjalankan amanatnya. Ia menyebut Prabowo dan Gibran memperoleh mandat dari puluhan juta pemilih Indonesia.

        "Biar Pak Prabowo dan Mas Gibran bekerja sepaket, sesuai amanah konstitusi sampai akhir jabatan," ujar Yogo.

        Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas posisi PSI dalam menghadapi dinamika politik yang menyasar Gibran. Partai itu menyatakan tetap mendukung wakil presiden dan tidak ingin polemik yang berkembang mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan.

        Namun, dukungan tersebut berjalan beriringan dengan arahan agar kader tidak bertindak sendiri. Yogo mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), setelah bertemu dengannya pada Selasa (13/10/2026), meminta pengurus dan kader PSI tetap tenang serta menghormati proses konstitusi.

        "Arahannya [dari Jokowi] sabar semuanya, hormati semua proses, dan kita percaya bahwa Mas Gibran sesuai konstitusi baik-baik saja, tapi semuanya harus menahan diri, taat instruksi, terutama kami di PSI, tidak boleh berjalan sendiri," tutur Yogo.

        Bagi PSI, menjaga dukungan politik tidak berarti seluruh kader perlu merespons setiap perkembangan dengan cara yang sama. Yogo menyebut Jokowi juga meminta partai berfokus membesarkan organisasi, termasuk melengkapi struktur kepengurusan hingga tingkat paling bawah.

        Arahan itu membuat agenda penguatan internal tetap menjadi perhatian di tengah polemik nasional. PSI menyatakan akan terus mencermati perkembangan isu Gibran tanpa mengabaikan pekerjaan organisasi yang harus diselesaikan.

        Yogo menilai Gibran perlu tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden. Ia tidak ingin ritme kerja yang telah terbangun selama dua tahun terakhir terganggu oleh isu yang menurutnya tidak esensial.

        "Supaya Mas Gibran juga bisa fokus terus di pekerjaannya, tidak terpengaruh. Kita siap untuk berada di barisan paling depan untuk mengawal dan menjaga Mas Gibran. Tapi semuanya harus tenang, menahan diri, dan taat dengan instruksi," tegasnya.

        PSI juga menanggapi sikap partai-partai koalisi yang dinilai diam terhadap polemik ijazah Gibran. Yogo mengatakan partainya menyerahkan respons masing-masing kepada pihak terkait, tetapi menegaskan PSI tetap berada di barisan pendukung wakil presiden.

        Ia turut membantah anggapan bahwa kelompok yang disebut Geng Solo hanya bersikap defensif. Menurut Yogo, juru bicara PSI aktif menyampaikan penjelasan untuk mengimbangi narasi negatif yang diarahkan kepada Gibran.

        Baca Juga: Eks Ketua MPR: Prabowo Harus Segera Lobi Jokowi Agar Menarik Gibran dari Kursi Wapres

        "Kami lihat ini sesuatu yang dicari-cari, diada-adakan untuk mungkin mengganggu kerja Mas Gibran," kata Yogo.

        Pernyataan Yogo tersebut menunjukkan bahwa PSI ingin menjaga keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus mempertahankan dukungan terhadap wakil presiden. Meski demikian, penilaian bahwa polemik yang muncul bertujuan mengganggu pekerjaan Gibran merupakan pandangan PSI, bukan kesimpulan yang telah dibuktikan secara independen.

        Sementara itu, seruan agar Prabowo dan Gibran bekerja hingga akhir masa jabatan menjadi penegasan sikap politik PSI di tengah desakan pemakzulan. Partai tersebut menyatakan akan tetap mengawal Gibran sembari mengikuti arahan Jokowi untuk menjaga ketenangan dan memperkuat organisasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: