Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Lagi Pakai Gimmick 'Hidup Jokowi', Syahganda: Prabowo Mulai Tunjukkan Karakter

        Tak Lagi Pakai Gimmick 'Hidup Jokowi', Syahganda: Prabowo Mulai Tunjukkan Karakter Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan Direktur Great Institute yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Syahganda Nainggolan, menilai Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan karakter kepemimpinannya sendiri setelah melalui fase awal kompromi politik. Menurut dia, perubahan tersebut terlihat dari cara Prabowo menjaga kewibawaan acara kenegaraan hingga sejumlah langkah kebijakan yang dinilai lebih tegas.

        Pandangan itu disampaikan Syahganda dalam perbincangan bersama Darmawan Sepriyossa di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang disiarkan pada 31 Agustus 2026. Ia melihat adanya pergeseran gaya kepemimpinan Prabowo yang tidak lagi terlalu bertumpu pada simbolisme politik pemerintahan sebelumnya di bawah Joko Widodo (Jokowi).

        Salah satu contoh yang disoroti Syahganda adalah penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus 2026. Ia menilai suasana acara kenegaraan di Istana Negara berlangsung lebih khidmat dibandingkan tradisi sebelumnya yang menurutnya diwarnai hiburan dan joget-joget.

        "Istana direkonstruksi, sakralisasi dikembalikan oleh Prabowo. Acara kenegaraan kita kemarin betul-betul khidmat. Kalau dulu semua orang bisa joget-joget, dangdut di acara kenegaraan," ujar Syahganda.

        Ia juga mencontohkan aturan mengenai penggunaan atribut sponsor dalam kegiatan Istana. Menurut Syahganda, sebuah grup marching band binaan sekolah yang disponsori Great Institute dilarang menggunakan atribut sponsor saat hendak tampil. Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan upaya menjaga marwah acara kenegaraan.

        Selain tata cara penyelenggaraan acara resmi, Syahganda menyoroti simbolisme politik yang mengiringi hubungan Prabowo dengan Jokowi. Ia mengungkit insiden mikrofon yang terdengar terbuka di Gedung DPR pada Mei 2026, ketika muncul imbauan di kalangan elite agar tidak lagi meneriakkan slogan "Hidup Jokowi".

        Bagi Syahganda, peristiwa tersebut mencerminkan harapan agar Prabowo tampil dengan identitas kepemimpinannya sendiri, bukan sekadar berada dalam bayang-bayang pendahulunya.

        Ia juga menilai sejumlah kebijakan Prabowo menunjukkan ketegasan, termasuk langkah mengambil alih lahan sawit ilegal untuk dikembalikan kepada negara serta sikap terhadap Omnibus Law apabila dinilai bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945.

        Baca Juga: Kasus Ijazah Tetap Jalan Meski Jokowi dan Iriana Temui Prabowo, Ini Kata Analis Militer

        Meski demikian, Syahganda berpandangan bahwa perubahan tersebut masih perlu diikuti penegasan secara simbolik. Ia memprediksi karakter kepemimpinan Prabowo akan semakin terlihat pada Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahannya.

        Menurut Syahganda, fase kompromi politik pada awal pemerintahan berpotensi berakhir sehingga Prabowo dapat menjalankan agenda kenegaraan dengan lebih mandiri, tanpa bergantung pada narasi politik elite pemerintahan sebelumnya.

        Syahganda Nainggolan merupakan politikus dan aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sejak 2 Oktober 2026. Pernyataan dalam wawancara tersebut disampaikan pada 31 Agustus 2026, sebelum ia menjabat sebagai Kepala Bakom.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: