Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menperin Buka Suara soal Besaran Dana Akuisisi Sritex

        Menperin Buka Suara soal Besaran Dana Akuisisi Sritex Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kesiapan mendukung rencana akuisisi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), terutama melalui penguatan ekosistem industri tekstil nasional. Namun, detail rencana akuisisi dan kebutuhan pendanaannya masih menjadi ranah Danantara.

        Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, Kemenperin siap mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan industri tekstil di dalam negeri. Dukungan tersebut terutama berkaitan dengan kesiapan ekosistem industri yang menopang sektor tekstil.

        “Kementerian Perindustrian siap untuk mendukung, terutama ekosistem pertekstilan,” kata Sarmuji di Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

        Meski demikian, Sarmuji tidak merinci perkembangan terbaru rencana akuisisi Sritex, termasuk tahapan yang telah dilalui maupun skema transaksi yang akan digunakan. Dia meminta agar pertanyaan mengenai detail rencana tersebut diarahkan kepada Danantara.

        “Kalau dana berapanya, Danantara yang tahu persis,” ujarnya.

        Sarmuji juga menyebut angka pendanaan lebih dari Rp100 triliun. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci peruntukan dana tersebut maupun apakah angka itu berkaitan langsung dengan nilai akuisisi Sritex.

        “Tahu saya sih Rp100 triliun lebih,” kata Sarmuji.

        Baca Juga: Bidik Sritex, Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil dengan Investasi Rp100 Triliun

        Baca Juga: Menperin Ungkap Rencana Akuisisi Perusahaan Tekstil oleh Danantara

        Pernyataan tersebut belum menjadi konfirmasi mengenai nilai transaksi akuisisi Sritex. Kepastian mengenai kebutuhan dana, skema pengambilalihan, serta cakupan konsolidasi industri tekstil masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari Danantara.

        Penguatan ekosistem menjadi salah satu aspek penting dalam rencana penataan industri tekstil. Pasalnya, keberlangsungan industri tidak hanya bergantung pada kepemilikan perusahaan, tetapi juga pada kemampuan produksi, ketersediaan bahan baku, efisiensi operasional, dan akses pasar.

        Dalam konteks ini, peran Kemenperin berpotensi berkaitan dengan kebijakan dan pembinaan industri untuk mendukung penguatan rantai produksi tekstil nasional. Meski demikian, Sarmuji belum memaparkan bentuk dukungan konkret yang akan diberikan kementeriannya dalam rencana tersebut.

        Dengan demikian, perkembangan rencana akuisisi Sritex masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Danantara, terutama mengenai skema transaksi dan kebutuhan pendanaan. Sementara itu, Kemenperin menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan ekosistem industri tekstil nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: