Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Angka Kemiskinan Jakarta Cetak Rekor Baru, Pramono: Pertama Kali di Bawah 4 Persen

        Angka Kemiskinan Jakarta Cetak Rekor Baru, Pramono: Pertama Kali di Bawah 4 Persen Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan capaian baru dalam penanggulangan kemiskinan di Ibu Kota. Per Maret 2026, tingkat kemiskinan di Jakarta tercatat turun menjadi 3,96 persen, pertama kalinya berada di bawah 4 persen.

        "Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah 4 persen. Selama ini selalu di atas 4 persen," ujar Pramono saat meresmikan Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).

        Pramono menjelaskan, penurunan angka kemiskinan tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Jakarta yang tetap solid di tengah tekanan ekonomi global. Ia menuturkan pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,52 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 16,32 persen.

        Sementara itu, tingkat inflasi Jakarta juga terkendali dan menjadi yang terendah di wilayah Jawa-Bali, yakni berada di kisaran 2,5 hingga 2,7 persen.

        “Alhamdulillah Jakarta masih bisa berjalan dengan baik,” tutur Pramono.

        Baca Juga: Pramono Temui Kapolda Metro Jaya, Siap Dukung Program Polisi Peduli Pengangguran

        Meski demikian, Pramono mengakui masih terdapat pekerjaan rumah (PR) terkait ketimpangan pendapatan. Gini ratio yang merupakan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan dalam masyarakat, menunjukan bahwa di DKI Jakarta saat ini berada di angka 0,435.

        "Gini Ratio adalah perbandingan orang kaya dan miskin. Pasti seluruh orang kaya di Republik ini punya rekening di Jakarta. Tetapi ada beberapa masyarakat yang termarjinalkan," pungkas Pramono.

        Untuk itu, ia menegaskan terdapat tiga sektor prioritas yang anggarannya tidak boleh dikurangi, bahkan harus ditingkatkan, yakni pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial. Kebijakan tersebut dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi Jakarta di tengah ketidakpastian global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: