Maybank Perkuat Layanan Transfer Internasional, Sasar Singapura hingga Eropa
Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Bank Maybank Indonesia Tbk terus memperkuat layanan digital untuk mempermudah transaksi keuangan lintas negara. Salah satu langkahnya dilakukan dengan mengintegrasikan layanan pengiriman uang internasional atau cross-border remittance dengan platform pembayaran global NIUM.
Penguatan layanan ini memanfaatkan kanal perbankan elektronik Maybank Indonesia, mulai dari aplikasi mobile banking M2U untuk nasabah ritel hingga aplikasi perbankan digital bagi nasabah komersial. Melalui layanan tersebut, nasabah diharapkan dapat melakukan transfer ke luar negeri dengan lebih cepat, efisien, dan praktis.
Head Transaction Banking Maybank Indonesia, Ade Rangkoto mengatakan digitalisasi layanan remitansi ditujukan untuk meningkatkan kemudahan transfer valuta asing (valas), termasuk dari sisi kecepatan proses dan biaya transaksi.
Layanan ini juga melengkapi jaringan transaksi internasional Maybank yang menjangkau sejumlah koridor utama di Asia dan Eropa.
“Harapannya, bisnis remitansi yang sudah berjalan tetap tumbuh, sementara inovasi baru ini menjadi pelengkap. Layanan ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah, dengan target pertumbuhan transaksi dua digit setiap tahun,” ujar Ade di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Adapun koridor transaksi yang menjadi fokus layanan ini mencakup sejumlah negara dan kawasan dengan aktivitas ekonomi serta konektivitas tinggi bagi masyarakat Indonesia, yakni Singapura dengan dolar Singapura (SGD), Australia dengan dolar Australia (AUD), Uni Eropa dengan euro (EUR), Hong Kong dengan dolar Hong Kong (HKD), serta Inggris dengan pound sterling (GBP).
Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, menilai penguatan layanan digital menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan transaksi internasional yang semakin terhubung.
Menurutnya, nasabah kini membutuhkan layanan keuangan yang dapat digunakan lintas negara dengan mudah. Karena itu, Maybank terus mengembangkan ekosistem digital, baik melalui aplikasi M2U untuk nasabah ritel maupun layanan daring bagi segmen komersial. Perseroan juga berupaya meningkatkan daya saing melalui penawaran nilai tukar yang kompetitif.
“Kami melihat ini sebagai langkah strategis bagi nasabah dalam menghadapi kondisi global, ketika batas antarnegara semakin tidak terasa. Inovasi ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan digital kami sekaligus upaya meningkatkan daya saing nilai tukar,” kata Bianto.
Sementara itu, Head Digital Banking Maybank Indonesia, Charles Budiman, mengatakan pengembangan fitur digital tersebut didasarkan pada masukan dari nasabah individu dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Baca Juga: Kredit BCA Tumbuh 10,5% per Agustus 2026, Segmen Korporasi hingga UKM Jadi Motor
Baca Juga: Indonet (EDGE) Tambah Utang Jumbo Rp1,7 Triliun dari BCA, Aset Jadi Jaminan
Baca Juga: Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Kedua segmen tersebut membutuhkan layanan transfer valas yang cepat dan aman untuk berbagai keperluan, mulai dari pembayaran biaya pendidikan di luar negeri hingga transaksi ekspor-impor.
Charles menjelaskan, nasabah tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam mengirim uang, tetapi juga kepastian proses yang cepat dengan sistem keamanan yang kuat.
“Dari masukan nasabah, kami melihat bahwa kemudahan pengiriman dana perlu diimbangi dengan kecepatan transaksi dan sistem keamanan yang solid,” ujar Charles.
Melalui penguatan layanan remitansi digital ini, Maybank Indonesia berharap dapat memenuhi kebutuhan transaksi internasional yang terus berkembang sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis transaksi valas perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan