Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, buka suara mengenai perombakan pucuk pimpinan PT PLN (Persero).
Bahlil menegaskan bahwa pergantian posisi Direktur Utama (Dirut) PLN dari Darmawan Prasodjo ke Suroso Isnandar merupakan hal yang lumrah dalam jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ia juga menepis spekulasi yang menyebutkan bahwa pergantian kepemimpinan ini dipicu oleh gangguan listrik atau blackout yang sempat terjadi di Batam. Menurutnya, rotasi jabatan tersebut murni bagian dari dinamika dan langkah korporasi perusahaan.
"Ini kan pergantian direksi aksi korporasi biasa ya. Pergantian di Dirut BUMN itu kan hak daripada Danantara dan sudah tentu ada arahan dari Bapak Presiden. Cuman biasa aja kok," ujar Bahlil saat penyaluran program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Muara Baru, Karawang, Kamis (15/10/2026).
Terkait pertimbangan di balik reshuffle tersebut, Bahlil menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Kepala Negara.
Menurutnya, perombakan di jajaran petinggi BUMN merupakan hak prerogatif Presiden. Sementara untuk program dan arah kebijakan PLN ke depan di bawah kepemimpinan baru, pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan.
"Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden. Nanti (arahan ke depan) kita rapatkan," tambahnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Suroso Isnandar resmi ditunjuk untuk menggantikan Darmawan Prasodjo yang telah memimpin perseroan sejak 2021.
Baca Juga: Danantara Minta Maaf soal Blackout Batam, Janji Benahi Layanan PLN
Baca Juga: Tak Hanya Tambah Pembangkit, Dirut Baru PLN Diharapkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Informasi pergantian kepemimpinan ini dibenarkan langsung oleh Komisaris Independen PLN, Andi Arief.
"Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso," kata Andi Arief kepada Warta Ekonomi.
Andi menjelaskan, meski kini memegang posisi tertinggi di BUMN kelistrikan tersebut, Suroso saat ini masih menjalankan tugas di jabatan sebelumnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN hingga ada pejabat definitif yang ditunjuk.
"Sementara Pak Suroso sebagai Dirut masih merangkap jabatan lamanya. Sampai ada penggantinya," pungkas Andi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra