Di Balik Antrean BBM Subsidi, Muncul Dugaan Cara Baru Menekan Konsumsi Pertalite
Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pegiat media sosial Hasyim Muhammad menyoroti antrean panjang pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Bali.
Hasyim berpandangan kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempertahankan kebijakan subsidi Pertalite dan Biosolar dengan memperketat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Menurutnya, kondisi itu pada akhirnya dapat mendorong masyarakat beralih ke bahan bakar non-subsidi.
"Saya sudah pernah bertanya: Harga Pertalite dan Biosolar sampai kapan pemerintah kuat menahan? Tapi ternyata trik pemerintah adalah dengan menyulitkan para pembeli BBM bersubsidi," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (15/10).
Ia menilai kesulitan tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari distribusi yang melambat, pelayanan yang kurang optimal, antrean panjang di SPBU, hingga pengurangan kuota BBM bersubsidi.
"Menyulitkan bisa dengan berbagai cara: Distribusi yang diperlambat, cara jualan yang setengah hati, antriannya disengaja supaya panjang, malam hari SPBU tutup, atau bahkan kuotanya dikurangi. Pada akhirnya banyak warga terpaksa beli yang non-subsidi. Itu semacam jadi metode untuk mempertahankan kebijakannya," imbuhnya.
Sebagai informasi, krisis BBM yang terjadi di Bali disebut bukan disebabkan oleh menipisnya stok nasional, melainkan akibat sejumlah kendala teknis dan logistik yang terjadi secara bersamaan.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan adanya masalah pada proses penjangkaran (anchoring) kapal tanker pengangkut BBM yang menyebabkan keterlambatan sandar di Depo Bali.
Baca Juga: Waka Komisi XII DPR Soroti Gangguan Pasokan BBM, Minta Sistem Distribusi Dibenahi
Setelah proses bongkar muatan selesai, distribusi BBM dari depo menuju sejumlah SPBU juga mengalami hambatan akibat kepadatan lalu lintas.
Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM mendorong banyak warga melakukan pengisian bahan bakar dalam jumlah penuh (full tank) secara bersamaan, yang semakin memperpanjang antrean di sejumlah SPBU.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: