Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Singgung Ego Kepemimpinan, Pramono: Ini Masalah Bangsa!

        Singgung Ego Kepemimpinan, Pramono: Ini Masalah Bangsa! Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyinggung persoalan ego kepemimpinan yang kerap menjadi hambatan dalam keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, banyak pemimpin yang setelah menjabat hanya ingin menonjolkan dirinya sendiri dan mengabaikan program baik dari pendahulunya. 

        Hal tersebut disampaikan Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat pada Kamis (15/10/2026).

        “Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean. Terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengen dilihat," ujar Pramono.

        Pramono menegaskan dirinya tidak ingin terjebak dalam pola tersebut. Ia mengaku telah melepaskan ego pribadi sebagai pemimpin, sehingga terbuka terhadap kritik dan tetap fokus pada keberlanjutan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

        "Kalau saya, mungkin udah nggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, nggak diserang juga nggak papa," katanya.

        Baca Juga: Ungguli Yogyakarta, Pramono Anung Klaim Jakarta Kini Kota Pelajar Nomor Satu di Indonesia

        Sebagai langkah nyata, Pramono menyebut telah memangkas praktik-praktik yang tidak transparan dalam perizinan, khususnya terkait pengurusan Koefisien Luas Bangunan (KLB). Menurutnya, sistem yang tidak jelas di masa lalu sengaja dibiarkan tanpa aturan main yang pasti.

        “Saya terus terang ingin membangun Jakarta dengan trust, dengan kepercayaan. Maka apa yang saya lakukan? Hal-hal yang dulu gelap, harus dibuat terang,” ungkap Pramono. 

        “Salah satu contohnya adalah kalau orang ngurus KLB. yang disebut dengan Koefisien Luas Bangunan. Itu uncertainty, nggak jelas. Kapan selesainya. Bisa setahun, bisa dua tahun, bisa lima tahun, bisa sepuluh tahun, nggak jelas,” sambungnya.

        Untuk itu, Pramono mengaku sengaja memangkas kewenangannya sendiri melalui penerbitan regulasi yang jauh lebih transparan melalui payung hukum baru.

        "Saya sebenarnya memotong tangan saya sendiri, saya memotong kewenangan saya sendiri. Akhirnya saya menerbitkan Pergub Nomor 11 yang semuanya transparan di tahun 2026," tegasnya.

        Selain itu, komitmen keberlanjutan itu juga ditunjukkan dengan melanjutkan program-program baik dari gubernur sebelumnya. Salah satunya adalah fasilitas olahraga Jakarta International Stadium (JIS) yang merupakan peninggalan Gubernur Anies Baswedan. 

        Menurut Pramono, infrastruktur tersebut belum akan termanfaatkan maksimal tanpa penyempurnaan konektivitas transportasi.

        “Tetapi kalau tidak dilakukan penyempurnaan transportasi, sampai kapanpun gedung ini tidak akan termanfaatkan secara maksimal. Maka apa yang saya lakukan? Saya menghubungkan JIS dengan Ancol, 350 meter,” tutur Pramono.

        Hal serupa juga ia lakukan terhadap proyek-proyek strategis peninggalan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, seperti moda transportasi LRT hingga Rumah Sakit Sumber Waras.

        “Alhamdulillah sekarang ini sudah selesai dan mudah-mudahan tahun ini kita akan mulai groundbreaking untuk menjadi Rumah Sakit Internasional," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: