Kredit Foto: WE
Pemilik restoran India di London, Inggris, Harman Singh Kapoor, meminta dukungan publik setelah mengaku mengalami kerugian bisnis akibat gelombang kecaman atas pernyataannya mengenai kehancuran di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam laporan Al Jazeera pada 14 Oktober 2026, Kapoor disebut mengeluhkan ulasan negatif di Google yang menurutnya merugikan bisnis restoran miliknya. Permohonan bantuan itu muncul beberapa pekan setelah ia mengunggah video yang dinilai mendorong Israel menghancurkan lebih banyak bangunan di Gaza.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras di media sosial. Sejumlah pengguna mengecam sikap Kapoor terhadap konflik Gaza, sementara seruan boikot terhadap restorannya turut mencuat di tengah perdebatan mengenai sikapnya terhadap Palestina.
Baca Juga: Prabowo Setujui Bantuan Negara Asing, Kepala BNPB Mengaku Tak Bisa Atasi Karhutla Sendiri
Kapoor mengeklaim ulasan palsu berbintang satu di Google ikut memperburuk reputasi dan kondisi keuangan usahanya. Namun, tuduhan mengenai ulasan palsu tersebut belum terverifikasi secara independen.
Kontroversi ini menempatkan restoran Kapoor dalam sorotan publik, terutama terkait dampak pernyataan politik di media sosial terhadap keberlangsungan bisnis. Permintaan bantuan yang disampaikan pemilik restoran itu juga memicu perdebatan mengenai tanggung jawab publik atas pernyataan yang berkaitan dengan penderitaan warga sipil.
Kasus ini menunjukkan bagaimana pernyataan kontroversial di media sosial dapat berdampak pada reputasi dan keberlangsungan bisnis, meski besarnya kerugian masih perlu diverifikasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: