Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dedi Mulyadi: Gibran Itu Sudah Masuk dalam Tahap Kemapanan

        Dedi Mulyadi: Gibran Itu Sudah Masuk dalam Tahap Kemapanan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah video lawas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membahas kapasitas politiknya beredar luas.

        Video yang diunggah ulang oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, itu memuat penilaian Dedi mengenai sejumlah faktor yang menurutnya menjadi kekuatan Gibran dalam dunia politik.

        Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menilai Gibran memiliki modal politik yang tidak bisa dilepaskan dari latar belakang keluarga, pembentukan karakter, hingga kemampuan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

        Salah satu hal yang disoroti Dedi adalah pendidikan keluarga yang diterima Gibran sebagai putra sulung mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kedekatan dengan budaya Jawa dan tradisi Solo menjadi bagian dari pembentukan karakter Gibran, termasuk dalam memahami etika serta adab ketika berinteraksi dengan orang lain.

        Baca Juga: Demokrat: Pansus Ijazah Justru Bisa Untungkan Gibran

        “Dia itu adalah anak Pak Jokowi. Karena anaknya Pak Jokowi, dia ngerti betul kebudayaan Jawa. Dia ngerti betul bagaimana tradisi Solo. Mas Gibran pasti mendapat pendidikan sangat kuat tentang etika, tentang budi pekerti dalam keluarga, dalam bahasa kesehariannya tentang adab,” kata Dedi, dikutip Jumat (16/10/2026).

        Dedi juga menilai sikap Gibran yang cenderung tenang dan menghormati orang yang lebih tua menjadi aspek lain yang patut diperhatikan. Ia melihat cara Gibran membawa diri sebagai bagian dari karakter personal yang terbentuk melalui lingkungan keluarga.

        “Yang kedua yang diberikan oleh Mas Gibran tentang sikap, adab, tenang, hormat kepada semua. Selalu membungkukkan badan ketika bertemu dengan yang lebih tua, tidak kelihatan emosional,” ungkapnya.

        Faktor lain yang mendapat perhatian Dedi adalah literasi digital. Ia menilai Gibran memiliki kemampuan membaca tren media sosial, menyusun narasi, dan melontarkan pernyataan yang cepat menjadi perbincangan publik.

        Baca Juga: Skor Kepemimpinan Prabowo 5,1, Gibran Lebih Rendah, yang Tertinggi Ternyata...

        Kemampuan tersebut dinilai relevan karena media sosial telah menjadi ruang penting bagi politisi untuk menyampaikan pesan, membangun citra, merespons isu, serta menjangkau masyarakat secara langsung.

        “Gibran memiliki literasi digital yang jauh melampaui para politisi senior. Ia piawai membaca tren media sosial, mendesain narasi, dan melahirkan celetukan unik yang secara cepat mampu menguasai perbincangan publik dan menjadi viral," ujarnya.

        Dedi kemudian menyimpulkan penilaiannya dengan menyebut Gibran telah memasuki tahap kemapanan. Pernyataan itu menjadi salah satu bagian yang kembali menarik perhatian setelah video tersebut diunggah ulang.

        "Menurut saya Mas Gibran itu sudah masuk dalam tahap kemapanan itu,” lanjut Dedi Mulyadi.

        Ia pun mengingatkan bahwa kemampuan politik seseorang tidak selalu terlihat dari kata-kata atau penampilan di depan publik. Menurut Dedi, para elite perlu mempertimbangkan pula karakter, pengalaman, dan cara seorang tokoh membaca situasi.

        “Hati-hati terhadap Mas Gibran. Yang lain politisinya polos-polos, bersikap hanya dengan kata-katanya, tapi tidak dengan rasanya,” tambah Dedi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: